Terapkan PKM, Desa Adat Denpasar Data Penduduk Pendatang

AA Ngurah Rai Sudarma

Pemecutan, DenPost

Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) mulai diterapkan tanggal 15 Mei mendatang, Desa Adat Kota Denpasar akan mendata warga adat (asli), krama tamiu dan tamiu (pendatang yang tinggal sementara) di wilayah desa adat Denpasar. ”Kami segera bergerak dengan seluruh prajuru banjar adat yang ada di wilayah Desa Adat Kota Denpasar mendata penduduk pendatang yang sudah masuk banjar dinas maupun tamiu (pendatang) agar jelas keberadaannya guna jelas keberadaan sehingga tidak berseliweran di Kota Denpasar,’’ kata bendesa Adat Denpasar, AA Ngurah Rai Sudarma, Senin (11/5).

Ia mengungkapkan, penerapan PKM di wilayah Desa Adat Denpasar akan diperketat untuk mengurangi keramaian dan kerumunan orang, sehingga bisa lebih cepat memutus mata rantai Covid-19 yang melanda Kota Denpasar khususnya dan dunia umumnya. Kalau dalam penerapan PKM ini ada warga Denpasar atau warga pendatang yang melanggar diserahkan penanganannya kepada Wiraprja (pecalang khusus).

Baca juga :  Siswi SMP Diduga Diperkosa di Kos-kosan di Denpasar

”Kami terus bergerak mengamankan wilayah Desa Adat Denpasar bersinergi dengan Babinsa, Babhinkamtibmas, Satpol PP, desa dinas/kelurahan. Ini merupakan lintas desa ada yang luasnya 1/3 dari luas Kota Denpasar,’’ ujar Rai Sudarma.

Ia meminta masyarakat yang tinggal di wilayah Desa Adat Denpasar yang membawahi 105 banjar adat agar mematuhi aturan yang ada. Masyarakat yang melanggar PKM bukan sanksi hukum diberikan melainkan sanksi adat (sanksi moral) sesuai desa mawacara. Wirapraja bersama prajuru banjar adat akan memperketat aktivitas masyarakat maupun toko dan warung yang ada. Sehingga jam tutup harus sesuai imbauan pemerintah dan tidak ada lagi tempat usaha molor tutup jika PKM ini sudah diterapkan.

Baca juga :  Tiga Tersangka Habisi Korban, Buang Jenazah di Jalan Pidada, Ubung

”Warga pendatang masuk wilayah desa adat Denpasar akan diperketat dengan tujuan agar cepat bisa memutus penyebaran Covid-19. Mengingat Denpasar sebagai pusat perdagangan ekonomi harus taat dan patuh terhadap Perwali tersebut,’’ jelasnya.

Dia minta prajuru banjar adat dibantu yowana (ST) di masing-masing banjar mendatang secara ketat warga pendatang yang masih tinggal maupun baru datang. Kalau saat sidak ditemukan ada warga pendatang tidak jelas tempat tinggalnya dan tidak mengantongi identitas kependudukan diserahkan ke pecalang. Selanjutnya diserahkan ke Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Denpasar, ke Dinas Sosial maupun Satpol PP Kota Denpasar.

Baca juga :  Pelangi Bali Tunda Lomba Layang-layang

”Kami berharap seluruh komponen yang ada di desa adat Denpasar saling bahu membahu menjaga wilayah agar dapat mencegah penularan Covid-19. Kalau seluruh masyarakat disiplin, taat atauran mengurangi bepergian serta selali hidup bersih, niscaya Covid-19 cepat bisa berakhir,’’ tandas mantan Kadiparda Badung ini. (103)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini