Jelang PKM, Masyarakat Denpasar Menjerit Perlu Sembako

ilustrasi paket sembako

Dauh Puri, DenPost

Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di wilayah Kota Denpasar akan diterapkan pada, 15 Mei 2020. Namun dibalik pemberlakuan itu, masyarakat Kota Denpasar terus menjerit karena sampai saat ini ada yang belum mendapatkan bantuan sembako.

Salah satu warga Denpasar, Nyoman Tika, Senin (11/5), mengatakan sejak dia dirumahkan pada pertengahan Maret lalu, karena sektor pariwisata ditutup membuatnya kelimpungan untuk menghidupi keluarga. “Saya sudah mengajukan diri dengan menyertakan KK dan surat keterangan dari perusahaan bahwa saya dirumahkan, namun sampai saat ini juga belum mendapatkan sembako. Apakah pemerintah ingin kami mati pelan-pelan kelaparan,” cetusnya.

Baca juga :  Takut Bahan Pokok Langka, Warga ‘’Serbu’’ Swalayan

Sembako yang diharapkan dari Maret itu, lanjut dia, tak kunjung diberikan. Apalagi sekarang Pemerintah Kota Denpasar akan menerapkan PKM. “Apa maksudnya ini, kalau memang ingin membatasi kegiatan masyarakat penuhi dulu isi perut kami. Jangan pemerintah hanya membuat imbauan saja, berikan masyarakat untuk makan baru bisa mengeluarkan kebijakan,” sebutnya.

Hal senada juga dikatakan warga lainnya, Made Jaya. “Kebijakan Pemerintah Kota Denpasar yang akan menerapkan PKM di wilayah Kota Denpasar apakah sudah melalui kajian matang, jangan asal mengeluarkan kebijakan tapi masyarakat kelaparan karena dibatasi kegiatannya. Penuhi dulu isi perut masyarakat, baru pemerintah bisa keluarkan kebijakan. Kalau pemerintah hanya bisa mengeluarkan kebijakan bagaimana bisa masyarakat bisa mengikuti aturan itu, kalau pemerintah tidak memenuhi hak masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :  Istakari Apresiasi Perjuangan Gubernur Koster di Bidang Seni dan Budaya Bali

Sementara Kadis Sosial Kota Denpasar, Made Mertajaya, ketika dikonfirmasi tak mengangkat telepon. Dua kali dihubungi tak juga mengangkat telepon. (112)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini