Terapkan PKM, Perumda Pasar Sewaka Dharma Atur Jarak Berjualan

SEPI PENGUNJUNG – Mewabahnya virus corona pengunjung Pasar Pasar Badung sepi pengunjung, Senin (11/5).

Dauh Puri, DenPost

Jelang pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Pasar Badung maupun pasar lainnya, Perusahaan Daerah (Perumda) Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar akan memperketat kerumunan pedagang pelataran dengan mengatur jarak berjualan untuk mengindari penularan Covid-19.

”Kami sudah melakukan pengaturan jarak pedagang berjualan dengan memindahkan pedagang pelataran Pasar Kumbasari ke pelataran Pasar Badung. Karena di pelataran Pasar Kumbasari tempat kurang luas dan sama sekali tidak ada jarak antara pedagang satu dengan pedagang lainnya saat berjualan sehingga sebagian dipindahkan,’’ kata Dirut Perumda Pasar Sewaka Dharma, IB Kompyang Wiranata, Senin (11/5).

Ia memaparkan untuk mengurai permasalahan pedagang berjualan berdesak-desakan agar tidak tertular Covid-19 sudah dilakukan di Pasar Anyar Sari dan pasar lainnya. Bahkan, sekarang sedang dalam proses pengaturan jarak berjualan dilakukan di Pasar Kereneng. Selain itu, memberlakukan jam buka dan tutup di pasar. Buka dan tutup pasar dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing masyarakat dan karekteristik pasar.

Pasar yang bernaung di bawah bendera Perumda Pasar Sewaka Dharma sudah tutup pukul 21.00. ”Kami harapkan para pedagang mengikuti aturan agar bisa cepat memutus mata rantai Covid-19. Kalau pedagang maupun pengunjung pasar patuh dan disiplin maka penularan virus ini segera bisa berakhir,’’ ujar Kompyang Wiranata

Baca juga :  PPDB SMP Tetap Terapkan Jalur Zonasi Bina Lingkungan

Ia menjelaskan, pasar yang bernaung di bawah Perumda Pasar Sewaka Dharma sebanyak 13 pasar dengan 16 unit pasar. Bahkan, pihaknya terus menekankan kepada pedagang, protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Apalagi pasar merupakan pusat transaksi jual beli otomatis orang akan banyak datang. Namun tidak boleh mengabaikan social distancing dan physical distancing (atur jarak) saat berjualan atau berbelanja.

Wiranata menegaskan, dengan pemberlakuan Perwali Kota Denpasar soal PKM maka buka tutup pasar juga akan diperketat. Apalagi dalam Perwali tersebut ada teguran lisan, teguran tertulis dan sampai ada sanksi. Bila ada pedagang yang membandel akan diambil tindakan sesuai aturan yang ada di perumda. ”Kita di Permuda Pasar Sewaka Dharma akan tegas melaksanakan aturan yang ada terkait dengan apa yang sudah kita gariskan dalam rangka mencegah penularan Covid-19,’’ ucap mantan anggota DPRD Kata Denpasar ini.

Baca juga :  Pertebal Pelabuhan Akses Bali, Koster Surati Menteri

Ia berharap pera pedagang mengikuti aturan protokol kesehatan dan mengikuti apa yang menjadi kebijakan Perumda Pasar Sewaka Dahrma. ”Kami minta kepada pengunjung jangan berbelanja saat jam-jam sibuk di pasar. Masih bisa dilakukan pada waktu lainnya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,’’ paparnya. (103)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini