Penutupan Operasional Boat Cepat di Klungkung Berlanjut

SEBELUM CORONA- Suasana penyeberangan di Nusa Penida, Klungkung, sebelum merebaknya pandemi corona. (DenPost/dok)

Semarapura, DenPost
Seiring adanya pembatasan sosial akibat pandemi corona, penutupan operasional boat cepat dari Klungkung daratan menuju Nusa Penida berlanjut. Namun hal ini tentu menimbulkan persoalan baru karena sejumlah pengelola mulai merugi dan terpaksa merumahkan puluhan tenaga kerja sSeperti yang dikatakan pengelola Gangga Express, Made Sinta, Senin (11/5/2020).
Dia mengaku memperoleh informasi mengenai penutupan operasional boat cepat menuju Nusa Penida. Hal ini dipertegas melalui Surat Edaran Bupati Klungkng Nomor 551/678/ Dishub/2020 yang menyampaikan terima kasih kepada pengelola armada laut lantaran menghentikan operaisonal selama pandemi corona. Dalam SE tertanggal 8 Mei tersebut, pengehentian operasional boat cepat diharapkan dilanjutkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Menyikapi hal tersebut, Made Sinta mengaku tidak keberatan. Apalagi ditujukan untuk kepentingan dan kesehatan orang banyak. Tapi dia kecewa mengingat surat tidak diterbitkan jauh-jauh hari sebelumnya. Melihat kondisi di lapangan, banyak warga mendesak agar operasional boat cepat dibuka, karena banyak yang tidak bisa menyeberang ke Nusa Penida. Kalaupun memanfaatkan kapal Roro Nusa Jaya Abadi, hanya warga ber-KTP Nusa Penida yang diizinkan menyeberang. “Warga di luar KTP Nusa Penida tidak bisa naik roro kecuali membawa surat tugas,” bebernya.
Selain itu, Made Sinta mempertanyakan penghentikan operasional boat cepat tetap diberlakukan saat Bali belum menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSPB). Ditambah lagi saat ini pemerintah pusat justru melonggarkan akses transportasi. Terbukti dengan mulai dibukanya operasional bandara dan mode transportasi lain.
“Justru sekarang muncul surat edaran untuk tutup penyeberangan. Intinya saya simpel saja, kalau ini untuk kepentingan orang banyak, pasti saya iikuti,” imbuhnya.

Baca juga :  Tingkatkan Gairah Atlet Latihan, Bupati Suwirta Serahkan Sarana Olahraga Pendukung

Selama penghentian operasinal boat cepat, Made Sinta mengaku mengalami kerugian. Bahkan dia terpaksa harus merumahkan 80 karyawan tanpa gaji mengingat boat tak sepenuhnya beroperasi. (wia)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini