Buleleng Alami Kasus Tertinggi DB, Warga Mesti Terapkan PSN

Sumerta Klod, DenPost
Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali mencatat lonjakan drastis kasus demam berdarah (DB) tahun 2020. Hal itu diukur dari lonjakan jumlah kasus di kawasan yang tahun 2019 terbilang rendah. Kini jumlah kasus DBD tertinggi muncul di Buleleng. Demikian Kadiskes Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, pada Senin (11/5/2020), di Gedung DPRDBali, Sumerta Klod, Dentim.

Menurut dia, sampai April DB di Buleleng mencapai 2.057 kasua. Disusul Badung sebanyak 1.355 kasus, selanjutnya Kota Denpasar sebanyak 858 kasus, Gianyar 774 kasus, dan Karangasem sebanyak 304 kasus. Kabupaten Klungkung sebanyak 245 kasus, Tabanan 198 kasus, Bangli 155 kasus dan terakhir Kabupaten Jembrana 104 kasus. “Padahal Bangli termasuk daerah dataran tinggi dan biasanya populasi nyamuknya jarang,” ungkap Suarjaya.

Baca juga :  Tinjau PTMT SD, Ketua DPRD Buleleng Ingatkan Pendidik Teliti Cek Prokes

Mengenai angka kematian akibat DB, ia menjelaskan bahwa sementara ini ada di Buleleng, Jembrana, Gianyar, Klungkung dan Kota Denpasar. Jumlah kematian penderita DB di Bali sebanyak 13 kasus. Jika dipersentasekan masih sangat kecil yaitu dibawah 1 persen.

Suarjaya menilai angka tersebut masih terhitung wajar, namun harus tetap diwaspadai. “Memang angka kematiannya masih kecil, tapi jangan diabaikan. Yang namanya kematian sekecil apa pun itu tetap berbahaya,” sambungnya.

Menyikapi hal tersebut, Suarjaya mengajak masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) antara lain menerapkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan menguras, menutup dan mengubur (3M).

Baca juga :  Di Buleleng, 40 Kasus Baru, 24 Sembuh

“PSN ini harus dilakukan bersama. Mumpung sekarang lebih banyak di rumah, mari terapkan PSN,” ajaknya.
Pencegahan dengan pola itu lebih efektif daripada metode fogging, sebab fogging hanya akan membasmi nyamuk dewasa. (wira)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini