Tanpa Identitas dan Tak Bermasker, 8 Gepeng Diangkut Satpol PP

DIANGKUT- Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga, mengawasi langsung gepeng yang dinaikkan ke truk saat ditertibkan di Jl. Cokroaminoto, Selasa (12/5).

Ubung, DenPost

8 orang gelandangan pengemis (gepeng) yang beroperasi di Jl. Cokroaminoto dan Jl. Gatot Subroto (Gatsu) barat, Selasa (12/5) terpaksa diangkut petugas Satpol PP Kota Denpasar.

Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga,  mengungkapkan, para gepeng ini beroperasi pindah-pindah dan mengabaikan protokol kesehatan karena tidak memakai masker saat meminta-minta di jalan. Kedelapan gepeng yakni Sarji dari Bondowoso, Bambang (Lumajang), Suroto (Banyuwangi), Wesid (Jember), Sumirah (Nganjuk), Kartini (Bondowoso), Tumiyati (Banyuwangi), dan Natalia (Bima). ”Setelah kami amankan dan periksa kelengkapan identitasnya, ternyata tidak mengantongi identitas diri,’’ ujar Anom Sayoga.

Baca juga :  Kamis, 73 Orang Positif Covid-19 dan Dua Pasien Meninggal di Denpasar

Lebih lanjut dikatakan, para gepeng ini dinilai melanggar Perda Nomor 1 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. “Apalagi pendatang masuk Denpasar mulai diawasi secara ketat agar tidak menularkan virus corona. Mengingat di Pulau Jawa beberapa daerah sudah melakukan PSBB untuk mengurangi kerumunan orang. Malah di Denpasar banyak gepeng dan pengamen datang dari Jawa. Gepeng yang diamankan ini akan diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi Bali karena orangnya dari luar Bali. Kalau gepeng berasal dari kabupaten yang ada di Bali, Dinas Sosial Denpasar yang akan memulangkan ke daerah asalnya,’’ pungkasnya. (103)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini