Selama Covid-19, Volume Sampah di Klungkung Turun 30 Persen

0
30
PILAH SAMPAH - Petugas memilah sampah di TOSS Center di Dusun Karangdadi, Kusamba, Dawan, Klungkung.

Semarapura, DenPost

Kesadaran masyarakat Klungkung dalam memilah sampah dari rumah ternyata masih kurang. Hal ini mendapat perhatian serius Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, yang langsung mengunjungi Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP), Selasa (12/5/2020).

Dari kunjungannya tersebut, Bupati Suwirta langsung menugaskan Dinas LHP untuk kembali mensosialisasikan tentang pemilahan sampah. “Sosialisasi ini perlu dilakukan terus untuk mengingatkan kembali masyarakat agar memilah sampah dari rumahnya, sehingga petugas yang bekerja di TOSS Center tidak susah payah memilah sampah organik dan nonorganik,” ujar Bupati Suwirta.

Baca juga :  Belasan Gubuk Masih Bertahan di Eks Galian C, Penertiban Tunggu Ini

Menurut Suwirta, semenjak pandemi Covid-19, volume sampah menurun. Tapi yang membuatnya tidak habis pikir justru kesadaran masyarakat untuk memilah sampah malah berkurang. Padahal sesuai dengan imbauan terkait pemilahan dan pembuangan sampah yang sudah dipilah dari sumbernya dapat memudahkan dalam proses pengolahan sampah menjadi pupuk maupun pelet. “Saya minta dukungan dan partisipasi masyarakat. Mari hal ini dijadikan prioritas dalam berperilaku hidup bersih dan sehat melalui membuang sampah yang sudah dipilah dan menyelesaikan sampah dari sumbernya,” imbuhnya.

Baca juga :  Gandeng LPD, Desa Adat Kusamba Bagikan 1.046 Paket Sembako

Sementara Kadis LHP, AA Kirana, mengakui kalau volume sampah selama pandemi Covid-19 di Klungkung menurun sekitar 30 persen. Kondisi ini terjadi akibat aktivitas warga yang sepi di tengah pandemi. Bahkan untuk di Nusa Penida, volume sampah dikatakan turun sampai 50 persen karena banyak hotel dan vila tidak beroperasi. “Khusus sampah diperkotaan, biasanya kalau normal ada 15 truk sehari. Tapi sekarang sekitar 11 truk dan itu isinya tidak full,” ungkap Kirana. (119)

Baca juga :  Bangkai Babi Dibuang di Jembatan Getakan-Bakas, Warga Waswas

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini