Strategi Pulihkan Ekonomi, Bali Punya Tiga Alternatif

DISKUSI - Diskusi virtual bertema "Strategi Pemulihan Ekonomi Bali Pasca Covid-19" yang digagas DPD Golkar Provinsi Bali, Selasa (12/5/2020). (DenPost/ist)

Dangin Puri, DenPost
Meski belum bebas dari pandemi corona, Bali dinilai sudah matang menentukan strategi pemulihan ekonomi. Terdapat tiga alternatif yang masuk akal dipertimbangkan oleh Provinsi Bali. Pertama: pemulihan terhadap sektor ekonomi esensial. Kedua: pemulihan terhadap sektor pariwisata, dan ketiga: pemulihan terhadap sektor yang tidak terlalu terdampak corona.

Dalam praktiknya, strategi ini harus diperkuat dengan penerapan protokol kesehatan. Pemikiran ini mencuat dalam diskusi virtual bertema “Strategi Pemulihan Ekonomi Bali Pasca Covid-19” yang digagas DPD Golkar Provinsi Bali, Selasa (12/5/2020).

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan langkah ini amat penting dipetakan sejak dini. Tujuannya mencegah keterpurukan ekonomi Bali yang semakin dalam. “Bali harus mulai menggerakkan ekonomi secara bertahap tapi hati-hati. Itu strateginya. Semakin lama menutup wilayah, maka semakin dalam dampak ekonominya,” terang Trisno.

Baca juga :  Anggota Dewan Apresiasi Warga yang Berdonasi

Menurut dia, Pemprov Bali harus memposisikan protokol kesehatan sebagai hal yang wajib diterapkan oleh akomodasi pariwisata. Tujuannya menumbuhkan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Dewata. Tidak selalu menyasar wisatawan mancanegara, sebab wisatawan domestik juga patut diperhatikan.

“Wisman ke Bali harus di hotel Bali yang punya SOP di masa covid-19. SOP daerah tujuan wisata, food and beverage, resto dan spa. Ini untuk meyakinkan bahwa indutsri pariwisata sudah siap,” bebernya.
Strategi lainnya, Bali dapat mengembangkan sektor yang tak terlalu terganggu oleh corona seperti sektor pertanian. Strategi ini dapat dilakukan dengan memberi stimulus untuk menjaga produktivitas perekonomian agar tetap stabil.
“Pertanian harus didorong, bahwa teknisnya harus dibantu. Di Bali hanya tiga pariwisata bagus yakni Badung, Denpasar dan Gianyar. Sisanya, pertanian dan perkebunan. Pertanian di Bali harus menggunakan teknologi yang tinggi supaya produktif,” terang Trisno.

Baca juga :  Sehari Sebelum Musda, Ternyata Demer Minta Sugawa Korry Rahasiakan Ini

Mengenai pemikiran yang muncul dalam diskusi, Ketua DPD Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, mengaku setuju. Tiga strategi itu, kata dia, akan mengembalikan keseimbangan sumber perekonomian yang kini hanya berpusat pada sektor pariwisata.
“Terbukti sekarang bahwa karena kita tidak seimbang, begitu kita kena pukulan di sektor pariwisata, kita mengahadapi kendala pertumbuhan ekonomi,” tegasnya. Untuk itu Golkar akan kembali menggelar diskusi guna mematangkan penerapan tiga strategi tadi. Hasil akhirnya akan diperkuat para kader partai di tingkat DPRD kabupaten/kota, provinsi maupun DPR RI.

Baca juga :  Berharap Tak Digusur, Pedagang Pasar Bunga Datangi DPRD

Selain itu, hasil ini juga akan disampaikan kepada pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur Bali sebagai masukan dalam mengambil kebijakan.

“Kami yakin rumusan ini merupakan suatu kebenaran. Kami di Partai Golkar akan bertindak cepat untuk rakyat, memberikan pemikiran-pemikiran yang diperbincangkan dengan banyak pihak,” tandas Sugawa Korry. (wira)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini