Jelang Penerapan PKM, Satpol PP Buat Pos Jaga di Jl. Kartini

BERJUALAN BERDESAKAN – Pedagang ceper maupun bunga di Jl. Kartini berjualan berdesak-desakan dengan mengabaikan protokol kesehatan saat mewabahnya Covid-19, Rabu (13/5).

Dauh Puri, DenPost

Menjelang penerapan Perwali Kota Denpasar terkait pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar akan membuat pos jaga di Jl. Kartini dari kerumunan pedagang yang berjualan berdesak-desakan.

Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga, mengatakan, pedagang bunga, ceper dan pedagang lainnya yang berjualan di trotoar dan badan jalan seakan pedagang musiman. Pedagang yang berjualan menggunakan fasilitas umum di areal Pasar Wangaya tersebut merupakan pedagang ilegal. Padahal ada pedagang di dalam pasar mengikuti anjuran pemerintah sehingga tertib berjualan. ”Kami akan membuat pos jaga guna menghalau pedagang ilegal agar tidak lagi berjualan di badan dan Jl. Kartini,’’ kata Anom Sayoga, Rabu (13/5).

Baca juga :  Prof. Bandem Minta Janger Klasik Tak Hilang

Ia mengakui, pedagang yang berjualan di trotoar dan badan jalan sering ditertibkan, namun kucing-kucingan. Saat ada petugas Satpol PP mereka kabur, begitu pergi kembali berjualan berdesak-desakan dengan mengabaikan protokol kesehatan. Apalagi saat mewabahnya Covid-19 ini sangat rentan pedagang atau pembeli tertular virus mematikan itu, karena tidak ada jarak saat berbelanja.

”Kami sering malakukan penertiban pedagang yang berjualan di Jl. Kartini maupun trotoar Jl. Kumbakarna. Namun pedagang tersebut membandel dan tidak mengindahkan apa yang dilakukan itu,’’ jelasnya.

Anom Sayoga menegaskan, penertiban yang dilakukan di Jl. Kartini hasilnya temporer dan terus dievaluasi dan diperbaiki. Jalan yang dipakai berjualan adalah jalan umum. Bahkan sering mobil ambulans membawa orang sakit lewat terhambat gara-gara pedagang meluber berjualan di badan jalan.

Baca juga :  Polisi Bongkar Prostitusi yang Libatkan Perempuan Asal Uzbekistan

”Selama penerapan PKM, kami akan ngepos (berjaga) setiap hari di Jl. Kartini guna dapat membatasi kerumunan banyak orang khususnya pedagang liar yang berjualan di badan jalan. Kalau sebelumnya pakai shif dan diketahui ada petugas mereka kabur. Begitua petugas pulang, pedagang kembali merangsek berjualan ke jalan,’’ tegasnya.

Disinggung ada pedagang mamengkung berjualan di jalan, Anom Sayoga menyatakan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas karena sudah melanggar pidana perda yakni Perda Nomor 1 tahun 2015 tentang ketertiban umum. Selama ini sudah dilakukan pembinaan kepada pedagang dadakan tersebut, seperti pedagang bunga, buah, ceper dan sayur yang berjualan di jalan.

Baca juga :  Jumlah Pecalang Terpapar Covid-19 Relatif Rendah

”Kami sudah sarankan pedagang yang berjualan di jalan masuk ke pasar-pasar yang ada di Denpasar. Selain itu, bekerja sama dengan kios dan warung kelontong menitipkan barangnya. Kalau tidak digubris apa yang disampaikan, kita akan mengambil tindakan tegas dengan memproses ke tipiring,’’ paparnya.

Sementara salah seorang pedagang ceper, Ni Made Seji didamping rekannya, mengaku tidak ada pilihan selain berjualan di Jl. Kartini untuk bisa bertahan hidup saat penularan Covid-19 melanda Kota Denpasar. ”Saya tidak berjualan otomatis tidak bisa menghidupi keluarga. Karena hasil dari jualan ceper akan dipakai membeli kebutuhan pokok sehari-hari,’’ kata Seji. (103)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini