BST di Klungkung Cair, Suwirta Minta Jangan Posting Keluhan di Medsos

PANTAU BST - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, saat memantau pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos, Jalan Gajahmada Semarapura, Rabu (13/5/2020).

Semarapura, DenPost

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, memantau pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos, Jalan Gajahmada Semarapura, Rabu (13/5/202). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bantuan dari Kementerian Sosial tersebut bisa benar-benar tepat sasaran. Termasuk mengimbau para penerima mempergunakan bantuan dengan sebaik mungkin selama menghadapi pandemi Covid-19.

Dalam pantauannya, para penerima BST terlihat tertib mengantre di tempat yang telah ditentukan, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Satu persatu penerima dipanggil petugas untuk melengkapi data sebelum akhirnya menerima bantuan secara tunai sebesar Rp1,8 juta untuk selama tiga bulan (April, Mei dan Juni). Anggota kepolisian terlihat ikut melakukan penjagaan supaya pemberian BST dapat berjalan lancar.

Baca juga :  Tiner Meledak, Kantor Sekar Jaya di Pelabuhan Banjar Bias Terbakar

Plt. Kadis Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung, Wayan Sumarta, mengatakan total masyarakat Klungkung yang akan menerima bantuan ini sebanyak 8.186 KK. Terdiri dari Kecamatan Klungkung dengan 2.375 KK, Kecamatan Dawan (1.401 KK), Kecamatan Banjarangkan (1.583 KK) dan Kecamatan Nusa Penida (2.811 KK). Bantuan dibagikan secara serentak diseluruh kecamatan.

Sementara Bupati Suwirta, dalam kesempatan tersebut mengatakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa dan BLT Kabupaten akan segera dibagikan. Pihaknya juga mengingatkan jika ada warga yang merasa layak atau berhak mendapatkan bantuan, namun tidak terdata supaya melapor ke kantor desa masing-masing. “Jangan malah memposting keluhannya ke sosial media yang hanya akan memperkeruh suasana di tengah pandemi Covid-19,” katanya.

Baca juga :  Kendaraan Dinas Anggota TNI di Klungkung Diperiksa

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB) Klungkung, Wayan Suteja, mengatakan baru delapan desa yang mencairkan BLT. Hal ini terjadi karena ada sejumlah desa yang masih melakukan pendataan dan belum menggelar musyawarah desa khusus (Musdesus). Tapi pihaknya menarget paling lambat, 18 Mei 2020, semua desa mencairkan BLT. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini