Ditahan Kejari, Bos BPR Legian Dititip di Rutan Polresta

0
34
TERSANGKA - Titian Wilaras (tengah) yang tersangka kasus tindak pidana perbankan saat ditahan Kejari Denpasar, Selasa (12/5/2020). (DenPost/ist)

Padangsambian, DenPost
Sempat masuk daftar pencarian orang (DPO), Titian Wilaras (55), tersangka kasus dugaan tindak pidana perbankan, akhirnya ditahan Kejari Denpasar, Selasa (12/5/2020). Pria yang Pemegang Sahan Pengendali (PSP) alias bos PT BPR Legian ini kemudian dititip di ruang tahanan (rutan) Polresta Denpasar.

Tersangka Titian Wilaras dan barang bukti ini dilimpahkan penyidik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ke Kejari Denpasar pada Selasa siang. Saat dilimpahkan, tersangka yang juga pemilik Diskotek Sky Garden di Kuta ini didampingi kuasa hukumnya. Setelah dilakukan proses administrasi, jaksa yang menangani perkara ini langsung menahan Titian. Pertimbangan penahanan ini karena tersangka tidak kooperatif dan menghilang hingga masuk DPO Mabes Polri saat disidik di OJK.

“Penahanan dilakukan di Rutan Polresta Denpasar karena LP Kerobokan belum menerima tahanan baru akibat covid-19,” ujar Kasi Pidum Kejari Denpasar, Wayan Eka Widanta, Rabu (13/5/2020).

Baca juga :  28 Kapal Pesiar Batal Sandar, Benoa Hanya Terima Logistik

Dia menambahkan bahwa tersangka Titian ditahan selama 20 hari ke depan sampai persidangan.
Dalam sampul perkara dari Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan dijelaskan tersangka Titian Wilaras melakukan tindak pidana perbankan pada Agustus 2017 hingga Oktober 2018 di PT BPR Legian di Jalan Gajah Mada No.125-127, Denpasar. Tersangka yang Pemegang Saham Pengendali (PSP) PT BPR Legian ini diduga menyuruh direksi dan komite yang dibentuknya meraup dana milik PT BPR Legian untuk kepentingan pribadi.

“Tersangka Titian Wilaras dijerat Pasal 50A UU No.7 Tahun 1992 tentang perbankan sebagaimana diubah dengan UU No.10 Tahun 1998 tentang perbankan,” jelas Eka Widanta.

Baca juga :  Sembuh, Pasien Covid-19 di Padangsambian Kaja Dipulangkan

Informasi yang dihimpun, tersangka Titian Wilaras sempat menjadi buron setelah Mabes Polri mengeluarkan DPO sesuai surat permohonan OJK pada Desember 2019. Dia menghilang saat ditetapkan menjadi tersangka pada 10 Oktober 2019 karena dugaan tindak pidana perbankan. Setelah diburu cukup lama, Titian akhirnya berhasil dibekuk Mabes Polri di Belanda dan langsung diserahkan ke OJK.

Sementara Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi membenarkan bahwa tersangka Titian Wilaras ditahan di Mapolresta Denpasar. Sukadi memastikan bos PT BPR Legian ini tak mendapat perlakukan istimewa. Setiap tahanan, terangnya, mendapat perlakuan yang sama sesuai aturan yang berlaku. Perihal pemeriksaan Titian Wilaras untuk kasus berbeda oleh penyidik Polresta Denpasar, Sukadi mengaku bahwa pihaknya belum memperoleh laporan.

Baca juga :  Jangan Anggap Enteng Siasat Bandar Narkotika

Seperti diketahui OJK Regional VIII Bali-Nusra mencabut izin usaha PT BPR Legian milik Titian Wilaras pada 21 Juni 2019. Pencabutan dilakukan setelah muncul banyak pengaduan dari nasabah tentang kondisi BPR Legian, di antaranya nasabah tidak bisa menarik deposito di BPR yang berkantor di Jl Gajah Mada No 125-127, Denpasar ini.

Pencabutan dilakukan setelah pemegang saham dan pengurus BPR tidak dapat melakukan penyehatan BPR dalam jangka waktu pengawasan khusus sesuai dengan ketentuan. Rontoknya BPR Legian ini duduga berkaitan dengan kepemilikan saham Titian Wilaras di Sky Garden, Kuta. Dana para nasabah dari BPR Legian diduga sebagian digunakan untuk membeli saham Sky Garden, di samping banyak digunakan untuk kepentingan pribadi. (wiadnyana)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini