JUMAT, PKM DI DENPASAR DIMULAI

SIAP SOSIALISASI - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, yang terdiri dari Dishub, Diskes, Satpol PP Kota Denpasar, dan TNI/Polri, siap-siap mensosialisasikan PKM di Pos Induk Posko Terpadu, Kelurahan Ubung, Denut, yang merupakan pintuk masuk Kota Denpasar, Senin (11/5). (DenPost/eka risnawan)

Dauh Puri, DenPost
Pemkot Denpasar resmi mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwali) No.32 Tahun 2020 tentang pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) di tingkat desa, kelurahan dan desa adat, dalam percepatan penanganan virus corona (covid-19). Perwali PKM yang mulai dilaksanakan pada Jumat (15/5/2020) merupakan langkah dan kebijakan tegas supaya warga mempunyai disiplin sosial yang tinggi, bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah, serta membatasi aktivitas dan interaksi dengan masyarakat di luar rumah.

Pemberlakuan PKM di Denpasar ini siap dijalankan karena telah ditandatangani Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota IGN Jaya Negara, dan Sekkot AA Ngurah Rai Iswara, di Ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar, Rabu (13/5/2020). Perwali PKM ini diberlakukan mulai 15 Mei 2020, dan setelah itu dilakukan sosialisasi ke semua lapisan masyarakat guna dijadikan landasan hukum dalam pelaksanaannya di masing-masing desa. “Dengan pemberlakuan PKM ini, kami berharap kasus positif covid-19 menurun dan akhirnya masyarakat bisa kembali beraktivitas menuju kehidupan normal baru dan berdamai dengan virus corona,” kata Rai Mantra di hadapan para wartawan.

Baca juga :  Dinas PMD Minta Petunjuk Kejari Alokasikan Dana Desa untuk Covid-19

Dalam pertemuan dengan media ini, Walikota Rai Mantra, yang juga dihadiri sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar ini, menyatakan Perwali No.32 Tahun 2010 tentang PKM di tingkat desa/kelurahan dan desa adat merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kehidupan normal baru. Artinya kasus virus corona tidak lagi mengalami peningkatan signifikan. Karena itu perlu kedisiplinan warga beraktivitas dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Baca juga :  Selama Pandemi Covid-19, Ketahanan Pangan Bali Terjaga

Menurut Rai Mantra, di Denpasar masih ada penambahan kasus positif corona setelah sempat landai selama empat hari. Hal ini menunjukkan perlu langkah preventif dan kuratif. Kedisiplinan warga dalam menjalankan protokol kesehatan menjadi kunci sukses menekan penyebaran kasus.

Dalam pelaksanaan di lapangan, pihaknya juga melakukan pemantauan di pintu-pintu masuk atau perbatasan Kota Denpasar dengan kabupaten lain di Bali. Langkah ini untuk memberikan rasa aman bagi warga Denpasar sendiri. Karena itu, warga yang melintas di Kota Denpasar harus menjalani rapid test (tes cepat) secara acak. “Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar membuat posko terpadu yang digunakan untuk tempat pemantauan pergerakan masyarakat,” beber Rai Mantra.

Baca juga :  Digitalisasi Diyakini Mampu Perbaiki Perekonomian Bali

Dalam Perwali No.32 tahun 2020 tersebut berisi sembilan bab dengan 20 pasal. (eka)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini