Sebut Tak Ada Kenaikan Tarif, PLN Diminta Cepat Tanggapi Keluhan Pelanggan

PERTEMUAN - Pertemuan antara Ombudsman RI Provinsi Bali, PLN UID Bali dan perwakilan masyarakat pada Rabu (13/5).

Dangri Kangin, DenPost

Keluhan masyarakat yang menuding PLN menaikkan tarif tagihan listrik, telah disikapi Ombudsman. Pertemuan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Provinsi Bali, PLN UID Bali dan perwakilan masyarakat berlangsung, Rabu (13/5) kemarin di Kantor PLN ULP Denpasar. Diwawancarai pada Kamis (14/5) melalui jaringan telepon, Kepala ORI Provinsi Bali, Umar Ibnu Alkhatab mengatakan bahwa penjelasan PLN cukup gamblang.

“Hasilnya cukup menggembirakan, karena pihak PLN bersedia memberikan penjelasan kepada para pelapor terkait keluhan yang mereka sampaikan kepada Ombudsman menyangkut tarif listrik yang diduga naik,” ungkap Umar.

Baca juga :  Stop Degradasi Alam dan Budaya Bali, Wisatawan Layak Dikenakan Biaya Perawatan

Berdasarkan penjelasan PLN UID Bali, Umar menerangkan bahwa tidak terjadi kenaikan tarif tagihan listrik. Namun yang ada hanya kenaikan penggunaan listrik oleh masyarakat, yang selama pandemi lebih banyak berada di rumah.

“Kita memaklumi apa yang diributkan oleh masyarakat, karena situasi pendemi ini telah membuat saluran kamunikasi mengalami kepadatan yang luar biasa, membuat PLN kewalahan untuk menjelaskan secara lebih baik, tetapi dalam pertemuan kemarin para pelapor telah dijelaskan secara rinci, bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik, tetapi pemakaian yang meningkat yang membuat tagihan listriknya naik,” papar Umar.

Baca juga :  Transaksi Tembakau Gorila, Dua Pemuda Asal Jimbaran Ditangkap

Berkaca dari persoalan ini, pihaknya berharap ada evaluasi yang dilakukan PLN, agar cepat tanggap dalam menyikapi keluhan masyarakat, sehingga komunikasi berlangsung lancar, tidak sampai memunculkan kegaduhan.

“Kemarin kami telah meminta agar PLN lebih responsif terhadap keluhan warga, kembali melakukan sosialisasi tentang mekanisme pencatatan meter dalam masa pendemik, dan memperbaiki layanan kepada pelanggan,” pungkasnya.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Selatan, I Made Suamba, melalui siaran pers, menyampaikan bahwa tarif listrik tidak mengalami kenaikan. “Pada pemakaian bulan sebelumnya, digunakan hitungan rata-rata. Ketika bulan April dilakukan pembacaan meter, terdapat selisih pemakaian bulan sebelumnya yang ditambahkan pada pemakaian April. Jumlah tagihan sudah disesuaikan,” jelasnya.

Baca juga :  Satgas Covid-19 Sumerta Kelod Amankan Tiga Anggota Geng Motor

Untuk menjaga akurasi pembacaan meter pelanggan, PLN mengharapkan partisipasi aktif pelanggan untuk melakukan pencatatan meter mandiri melalui Whatsapp PLN 08122123123 setiap akhir bulan. Bagi pelanggan yang merasa mengalami kenaikan tagihan listrik dapat menyampaikan keluhan melalui Contact Center PLN 123. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini