Dewan Denpasar Tegaskan PKM Tak Seseram PSBB

Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra

Sidakarya, DenPost

Rencana penerapan Pembatasan  Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar, kembali mendapat dukungan kalangan anggota DPRD Kota Denpasar. Ketua Komisi II, I Wayan Suadi Putra, Kamis (14/5) menegaskan, PKM ini merupakan salah satu upaya dalam pencegahan penyebaran Covid-19.  Apalagi sekarang sudah dibuatkan perwali.

‘’Tentunya ini  merupakan langkah preventif atau pencegahan yang  cukup  efektif  yang dilakukan Pemkot Denpasar.  Walaupun sekarang kita tahu selama lima hari belakangan ini Denpasar zero penambahan kasus, sehingga dengan PKM ini diharapkan betul-betul memutus mata rantai penyebaran virus corona. Apalagi nantinya akan ada pemantauan setiap seminggu sekali,’’ kata Suadi Putra.

Baca juga :  Hindari Kerumunan, Laksanakan RAT Daring

Terkait keterlibatan desa adat, Suadi Putra juga mengapresiasinya. Karena selama ini, keberhasilan Denpasar dan Provinsi Bali menekan angka pertambahan kasus covid-19 tak terlepas dari keterlibatan desa dinas dan desa adat, dengan satgas yang telah dibentuk .  ‘’Jadi kita harapkan masyarakat, khususnya dari luar Denpasar memahami kondisi ini. Langkah ini diambil mengingat Denpasar merupakan daerah persilangan yang paling tinggi, dengan 16 pintu masuknya.  Tentunya upaya ini diharapkan didukung juga oleh seluruh masyarakat, sehingga bisa mempercepat memutus rantai penyebaran covid-19,’’ sarannya.

Ditanya soal penerapan di lapangan yang terkesan lebih ketat dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Suadi Putra mengatakan PKM ini  tak seperti  informasi yang tersebar luas di medsos. Menurutnya, informasi  di medsos  tak sepenuhnya benar. ‘’Memang ada beberapa imbauan resmi. PKM tak seseram PSBB. Nah, masyarakat yang tak paham juknisnya hendaknya bertanya dengan aparat setempat, sehingga mendapat informasi yang jelas. Salah satunya tentang surat keterangan  bekerja, yang  tak sulit didapat,’’ pungkasnya. (105)

Baca juga :  Gedung BPK Jadi Tempat Karantina Naker Migran

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini