Desa Adat Belum Ada Ajukan Diri Terapkan PKM

1
50
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai

Denpasar, DenPost

Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar, mulai diterapkan pada, Jumat (15/5/2020). Namun hingga, Kamis (14/5/2020), belum ada desa/kelurahan maupun desa adat yang mengajukan PKM ke Pemkot Denpasar.

Sebagaimana isi Perwali Nomor 32 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat Ditingkat Desa, Kelurahan dan Desa Adat Dalam Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), disebutkan desa, kelurahan atau desa adat dapat mengajukan PKM. “Artinya bisa mengajukan bisa tidak. Tapi di perwali begitu diundangkan, resmi berlaku di seluruh wilayah Denpasar,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai, Kamis (14/5/2020).

Baca juga :  Diskop Terima Sumbangan 4.100 Masker dari Puluhan Koperasi

Dewa Rai mengatakan, karena masih dalam tahap sosialisasi dan PKM berlaku hari ini, maka besok mulai ada yang memgajukan PKM. “Perwali yang dikeluarkan ini sebagai payung hukum Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), dan dari Gugus Tugas berharap agar serantak semua wilayah desa, kelurahan dan desa adat semua mengajukan. Walaupun tidak mengajukan PKM di wilayah tersebut tetap berlaku, karena PKM berlaku di seluruh kota,” ujarnya.

Baca juga :  Cegah Covid-19, Pasar Gunung Agung Disemprot Cairan Ramah Lingkungan

Jika desa, kelurahan dan desa adat mengajukan PKM di wilayah masing-masing, lanjut dia, pelaksanaan itu harus berpedoman pada perwali terkait hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. “Kami berharap jika desa, kelurahan dan desa adat mengajukan PKM untuk wilayahnya agar nantinya melaksanakan PKM sesuai dengan apa yang tertuang dalam Perwali PKM,” tandasnya. (112)

1 Komentar

  1. Mohon bantuannya pak, kami kelaparan. Sudah 2 bulan dirumahkan, Kami tidak mengemis dan sudah coba usaha sampingan cuma utk makan aja, kadang ada yg beli kadang gak.

    Jangan sampai rakyat mati karena kelaparan.

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini