Di Desa Adat Kerobokan, Pedagang Tidak Layani Pembeli Tanpa Ini

TANPA MASKER - Pedagang di Desa Adat Kerobokan, tidak akan melayani pembeli tanpa pakai masker.

Kuta Utara, DenPost

Berbagai upaya terus dilakukan Satgas Gotong Royong (GR) Covid-19 Desa Adat Kerobokan, bersama unsur terkait lainnya dalam mencegah pandemi virus corona. Terbaru, yakni adanya tekad untuk serentak bergerak pedagang dan pembeli yang ada di 50 banjar se-Desa Adat Kerobokan, yang tidak akan melayani pembeli dan penjual yang tidak memakai masker.

Kasatgas GR Covid-19 Desa Adat Kerobokan, AA Bagus Bayu Joni Saputra, saat dihuhungi, Kamis (14/5/2020), mengungkapkan gerakan ini ditandai dengan adanya pemasangan stiker yang di atasnya ada logo desa adat dan Satgas Covid-19 Desa Adat Kerobokan. Hal ini menjadi komitmen kedua belah pihak pembeli dan penjual di 50 banjar yang ada di Desa Adat Kerobokan supaya perekonomian terus berjalan di tengah pandemi.

Baca juga :  Didatangi Ayah Angkat Lewat Mimpi, Setelah Dijenguk Ternyata Tinggal Kerangka

Ditanya apakah ada sanksi yang dikenakan ke pelaku yang melanggar, Gung Bayu menegaskan untuk saat ini masih dalam tahapan sosialisasi dulu. “Belum mengarah ke sanksi baru sebatas teguran dulu,” tegasnya.

Selain upaya ini, Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Kerobokan bersama Babinkamtibmas juga terus menerus setiap malam melakukan patroli utk mengantisipasi masih adanya toko yg buka di atas pukul 21.00 Wita, termasuk antisipasi orang bergerombol dan meningkatnya kriminalitas. (113)

Baca juga :  Soal Rumah Sewa untuk Gay, Dewan Minta Satpol PP Lakukan Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini