Babi Mati Masih Terjadi, Distan Karangasem Ingatkan Peternak Disiplin Ini

1
94
BABI MATI - Kasus babi mati mendadak masih terjadi di Kabupaten Karangasem.

Amlapura,DenPost

Kasus babi mati mendadak di Kabupaten Karangasem masih terjadi. Data Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem mencatat babi mati mendadak berkisar 300-400 ekor selama 4 bulan terakhir.

Kabid Peternakan, Made Ari Susanta, memastikan sebab dari kematian tersebut akibat Virus Flu Babi Afrika. “Gejala dan tanda yang dialami babi yang mati hampir sama, sehingga kami menduga itu akibat ASF,” kata Susanta, Kamis (14/5/2020).

Baca juga :  Pencairan BLT di Padang Bai, Satu Warga Keluhkan Habis untuk Sekolah Online

Ciri-ciri babi mati yang mengarah ke virus ASF, di antaranya pendarahan pada kulit, demam, bintik dan hilaangnya nafsu makan yang berimbas pada kematian. “Ada juga beberapa kasus babi mati yang mengeluarkan darah dari hidung dan telinga,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ari menuturkan hingga saat ini kasus babi mati masih banyak ditemukan. Walaupun jumlahnya cenderung menurun dari sebelumnya. “Terakhir kami temukan terjadi di Kecamatan Abang,” ungkapnya.

Baca juga :  Ingin Tetap Sekolah, Remaja Asal Amertha Buana Nyambi Jadi Buruh Perkebunan

Karena itu, Dinas Pertanian Karangasem terus mengimbau seluruh peternak babi supaya disiplin melakukan bio – security kandang atau desinfeksi kandang. “Cairan desinfektan ini disemprotkan ke babi dan seluruh kandang. Peternak juga sementara melakukan karantina bagi babinya. Artinya, orang-orang yang masuk ke areal kandang agar dibatasi,” ucapanya. (yun)

1 Komentar

  1. Kenapa pemerintah tidak segera mengatasi virus ini.kami sebagai peternak kecil sangat mengharapkan pencegahan virus ini bisa teratasi Dan kami bisa peternak lagi.saya yg ada di desa bugbug kecamatan karangasem sudah banyak memiliki babi mati akibat virus ini,kami mengharapkan pemerintah khususnya pemerintah bali agar mecari solusi pencegahan virus ini dan pemperjuangkan harga ternak,supaya harga ternak bisa kembali normal.karna di Bali sangat di butuh kan untuk upacara yadnya,atau kebutuhan pokok lain”a.demikian dari kami sebagai peternak kecil sangat mengharapkan virus ini bisa segera di cegah.

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini