28 Kapal Pesiar Batal Sandar, Benoa Hanya Terima Logistik

SANDAR - Kapal bersandar di Pelabuhan Benoa, Senin (20/1) lalu.

Sesetan, DenPost

Sejak Covid-19 melanda, sebanyak 28 kapal pesiar batal sandar di Pelabuhan Benoa. Sebelum kemunculan Covid-19, Pelabuhan yang dikelola PT. Pelindo III ini dijadwalkan akan menerima sebanyak 88 kapal pesiar selama 2020 ini.

CEO PT. Pelindo III, Wayan Eka Saputra menerangkan, saat ini Pelabuhan Benoa hanya menerima kapal yang mengangkut logistik. “Kami tetap melayani 24 jam. Terutama melayani kapal logistik, logistik kan tidak boleh terhambat, sehingga pelayanan kami harus selalu siap,” jelasnya saat diwawancarai pada Jumat (15/5) di Desa Sesetan, Denpasar Selatan.

Baca juga :  Warga Miskin yang Terdampak Covid-19 Bakal Diberi Sumbangan

Menerapkan pelayanan prima di tengah masa pandemi, Eka menerangkan bahwa semua tahapan penerimaan kapal logistik merujuk protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah. Bahkan, sebagian pekerjaan yang bisa dikerjakan dalam jaringan, dikerjakan dari rumah oleh para pegawai.

Akibat pembatalan tersebut, ia mengakui cukup menggangu pendapatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ia kelola itu. Ia memastikan bahwa terjadi reduksi terhadap pendapatan selama pandemi Covid-19. Namun pihaknya belum menghitung persentase kerugian, karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

Baca juga :  Cegah Stunting Sejak Sebelum Menikah

Selama tahun 2020 ini, kata Eka, Pelabuhan Benoa baru menerima sebanyak 21 kapal pesiar dan 7 kapal pesiar yang mengangkut Pekerja Migran Indonesia (PMI). “Kedatangan awal itu kapal dari Eropa, itu sebelum Covid-19 dan sampai pertengahan Februari ini masih berjalan. Begitu akhir Februari, mereka sudah pada cancel (batal),” ungkap pejabat asal Bangli ini.

Sementara itu, tercatat penumpang yang tiba sampai Maret 2020 berjumlah 12.934. Sedangkan penumpang yang berangkat 12.228 orang. Jumlah kapal yang beraktivitas di Pelabuhan Benoa juga mengalami penurunan, pada Maret lalu terdapat 693 unit, sedangkan pada April sebanyak 532 unit.

Baca juga :  Nyepi, BPBD Denpasar Tangani Pasien Sakit dan Antar Jenasah

Tentang upaya yang akan dilakukan menyikapi kondisi itu, Eka mengatakan pihaknya akan menyesuaikan diri dengan perkembangan pandemi terkini. “Kita pasti koordinasikan dengan pemerintah dulu. Kita belum tahu kapan (kapal datang), kalau Covid-19 sudah selesai, dan sesuai arahan pemerintah, kita akan lakukan pemulihan,” pungkasnya. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini