Tujuh Tersangka Pemalsuan Suket Kesehatan Ditahan Polisi

DITAHAN - Tujuh tersangka pemalsuan suket kesehatan palsu ditahan polisi.

Negara, DenPost

Jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk dan Reskrim Polres Jembrana  berhasil menangkap tujuh orang tersangka pemalsuan surat keterangan (suket) kesehatan bagi pemudik.

Modus yang dilakukan semua tersangka dengan memanfaatkan SE Nomor 4 tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.  Mereka membuat surat keterangan kesehatan palsu dan menjualnya kepada para pengguna pelabuhan Gilimanuk.

Kapolres Jembrana, AKBP Ketut Gede Adi Wibawa, didampingi Kapolsek Gilimanuk, Kompol Gusti Nyoman Sudarsana dan Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Pramagita, Jumat (15/5) mengatakan, tiga tersangka pertama yang diamankan yaitu Ferdinan Marianus Nahak seorang sopir travel dari Kuta, Badung yang berperan mengisi identitas para penumpang dan menandatangani surat dalam blanko dokter atas nama dr. Aulia Marlina. Putu Bagus Setya Pratama, pengurus travel dari Gilimanuk yang berperan menyuruh memperbanyak blanko suket sehat palsu tersebut kepada pelaku atas nama Surya Wira Hadi Pratama. Tersangka Surya Wira Hadi Pratama petugas percetakan dari Gilimanuk yang berperan menawarkan adanya blanko kesehatan kosong dan memperbanyak suket sehat palsu. Mereka ditangkap Kamis (14/5) pukul 00.30 di Lingkungan Jineng Agung, Gilimanuk.

Kemudian empat tersangka lainnya yang ditangkap Kamis (14/5) pukul 13.00 yakni Widodo seorang tukang ojek asal Gilimanuk. Dia berperan membuat/memperbanyak blanko suket palsu dan menjualnya. Ivan Aditya asal Jember, yang juga sebagai tukang ojek berperan bersama Roni Firmansyah menjual blanko suket palsu.  Pelaku Roni Firmansyah asal Gilimanuk yang bersama Ivan menjual blanko suket palsu. Serta pelaku Putu Endra Ariawan asal Gilimanuk yang bersama Widodo menjual blanko suket  palsu. Keempat tersangka ini melakukan aksinya Selasa (12/5) malam.

Baca juga :  Kartu Vaksin Masih Menjadi Sasaran Razia Gabungan

Dari tangan mereka berhasil diamankan sejumlah barang bukti baik suket kesehatan palsu, HP, printer dan uang. Kini mereka diamankan di Polres Jembrana dan dijerat pasal 263 atau 268 KUHP tentang membuat surat keterangan palsu atau membuat surat keterangan dokter yang palsu dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini