Diduga Sebar Hoaks, Tiga Orang Diperiksa Polisi

UNGGAH POSTINGAN – Foto postingan IB yang menulis jika rekan kerjanya yakni MU jadi korban begal hingga mengalami luka-luka, tulang rusuk patah, HP dan motornya hilang.

Padangsambian, DenPost

Aparat Sat. Reskrim Polresta Denpasar memeriksa tiga orang terkait postingan yang diduga berita bohong alias hoks di facebook. Ketiganya, yakni berinisial MU, BB dan IB, diamankan lantaran berkaitan dengan informasi adanya begal yang dilakukan orang mengaku pecalang dan intel di Jalan Nangka, Denpasar Barat, pada 9 Mei 2020 lalu.

Kasubag Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi mengatakan, setelah beredarnya informasi adanya korban begal yang diduga dilakukan seseorang mengaku oknum pecalang dan anggota intel, petugas Resmob Sat. Reskrim Polresta Denpasar melakukan penyelidikan. “Informasi awal disebarkan oleh pemilik akun facebook Adi Prasada Ibp alias IB. Dalam postingannya, IB menulis jika rekan kerjanya yakni MU jadi korban begal hingga mengalami luka-luka, tulang rusuk patah, HP dan motornya hilang,” bebernya, Senin (18/5).

Baca juga :  Karena Ini, Tradisi Mapeed Melasti dan Majalangu Ditiadakan di Desa Adat Tuban

Kemudian setelah diunggah di facebook, akhirnya berita itu viral dan membuat masyarakat resah. Polisi yang mendapatkan informasi itu lantas menindaklanjuti dengan memeriksa orang yang ada di dalam foto yang diunggah. “Mereka diperiksa Minggu (17/5). Mereka berstatus saksi dan masih didalami petugas,” terang Sukadi.

Hasil pemeriksaan awal, terungkap jika MU, sekitar akhir April 2020 mengaku ke bapaknya, BB, mengalami perampokan di sekitar Jalan Teuku Umar, Denpasar Barat. MU mengatakan jika pelakunya seseorang pecalang dan anggota intel. Saat itu HP dan sepeda motor Honda Beat dibawa kabur pelaku. Selain itu, MU juga dipukul oleh orang yang katanya pelaku.

Baca juga :  Giri Prasta Jadi Narasumber Dinamika Penerapan Perizinan Berbasis Risiko bagi UMK

Selanjutnya BB mengajak anaknya ke RSUP Sanglah untuk berobat. Hanya saja, baru sampai di depan rumah sakit mereka kembali pulang karena tidak memakai masker. Beberapa hari kemudian, BB menghubungi bos tempat bekerja anaknya yakni IB. Tujuannya untuk memberitahukan kejadian yg ditimpa anaknya sembari meminta gaji anaknya. Lalu IB datang ke kosan MU di Jalan Tukad Gerinding, Denpasar. Dan pada saat itulah disampaikan jika peristiwa perampokan tersebut terjadi pada 9 Mei 2020 sekitar pukul 20.19. “Karena percaya dengan omongan MU, IB memposting kejadian itu ke facebook dan akhirnya viral,” kata Sukadi.

Baca juga :  Kendalikan Omicron, Pemerintah Ubah Syarat Indikator Level 1 dan 2

Dan ternyata, kejadian perampokan tersebut sebenarnya tidak ada. “MU bercerita bohong kepada bapaknya tentang kejadian perampokan tersebut karena dia takut dimarahi oleh bapaknya karena telah menghilangkan HP yang dicicil oleh bapaknya. Dan, ternyata motor Honda Beat milik MU disembunyikan di kosnya. Nanti kami sampaikan lagi perkembangannya,” tegasnya. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini