Diharap Segera Normalisasi Bali, Gubernur Koster Enggan Berambisi

BERI PENJELASAN - Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Sekda Dewa Made memberikan penjelasan kepada pers belum lama ini. (DenPost/Wiradana)

Sumerta Klod, DenPost
Bali dipandang cukup matang sebagai percontohan mengenai provinsi yang mampu pulih dari pandemi virus corona (covid-19). Oleh pemerintah pusat, Bali didorong menjadi daerah pertama yang hidupnya kembali normal. Sanjungan yang dipandang berisiko itu tidak lantas diiyakan Gubernur Bali Wayan Koster.
“Artinya aktivitas ekonomi dibuka, tapi bapak Gubernur (Koster) masih menunda hal itu,” ujar Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dalam siaran pers lewat jaringan pada Senin (18/5/2020).

Baca juga :  Kasus Virus Corona di Bali Tembus 741, Pasien Sembuh 474

Pria yang juga Sekretaris Daerah Bali ini mengungkapkan Gubernur beralasan bahwa angka transmisi lokal tetap muncul dari hari ke hari. Kendati jumlahnya relatif rendah dibanding 10 provinsi lain di Indonesia dengan kasus covid-19 tertinggi, Dewa Indra mengatakan hal itu tetap jadi perhatian.
“Bapak Gubernur sudah berkomitmen, begitu Covid-19 ini grafiknya mulai landai, bahkan menurun, maka saat itu baru diarahkan untuk membuka Bali lebih normal,” terang birokrat asal Buleleng ini.
Dalam penerapannya nanti, skema pemulihan pun dibuat bertahap sesuai prioritas. Hal itu bertujuan mewaspadai potensi pandemi gelombang kedua, sehingga Pemprov Bali sangat hati-hati mengambil kebijakan normalisasi.

Baca juga :  Masih Ada Sekolah di Badung Tak Lakukan MPLS Online

Dewa Indra mengatakan jangan sampai ambisi untuk kehidupan masyarakat dan ekonomi yang normal, justru menjerumuskan Bali pada keterpurukan. “Yang pasti Bapak Gubernur punya skema-skema untuk normalisasi. Bagian mana dari perekonomian ini yang normalisasi, wilayah mana yang normalisasi? Semuanya sudah dibahas,” tuturnya.

Dalam Rapat Paripurna ke-2 DPRD Provinsi Bali, Kamis (14/5/2020) lalu, Koster juga berkata sama terkait rencana pemulihan ekonomi. “Jangan dulu kita tergoda untuk recovery pariwisata, membuka pantai, segala macam, jangan dulu. Pengalaman di luar menunjukkan, gelombang pertama selesai, gelombang kedua muncul,” tegasnya saat itu. (wira)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini