Stabilkan Pendapatan Daerah, Dewan Badung Sarankan Ini

RAPAT - Ketua DPRD Badung, Putu Parwata saat memimpin rapat mengenai rencana hibah yang akan disalurkan DPRD Badung awal maret 2020.

Mangupura, DenPost

Merosotnya pendapatan pajak di Kabupaten Badung akibat pandemi Covid-19 mengundang keprihatinan kalangan DPRD Badung. Namun, Dewan Badung berupaya memberikan dorongan dan ikut mencarikan solusi atas keadaan keuangan Pemkab Badung yang kian menipis. Untuk menstabilkan pendapatan daerah pascapandemi, Dewan Badung berharap pemerintah ada inovasi baru untuk mendapat pundi-pundi keuangan tambahan dan tidak hanya terbuai pada sektor pariwisata.

Wakil Ketua DPRD Badung, Wayan Suyasa mengatakan, pencapaian target pajak daerah utamanya PAD sebesar Rp 4,7  triliun tahun ini pastilah tak akan tercapai. “Dengan kondisi ini memang kita sepakat ada penurunan pendapatan. Namun sekaranglah pemerintah diuji dalam menciptakan inovasi baru dalam mencari pundi-pundi pendapatan lain selain pariwisata setelah pandemi virus corona ini,”ujarnya.

Baca juga :  Di Badung, Positif Covid-19 Sudah Empat Orang

Lebih lanjut politisi asal Desa Penarungan ini mengatakan, dengan kondisi saat ini fungsi pemerintah harus berjalan yakni menciptakan produk baru dalam menghadapi resesi ekonomi dan bisa keluar dari keterpurukan anggaran saat ini. “Bagaimana kita ke depannya bisa keluar dari resesi ekonomi ini dan jangan terus-terus terlena dalam sektor pariwisata. Buat inovasi baru bagimana sekarang caranya punya uang sedikit bisa berinovasi  menghasilkan uang lagi dengan berbagai program yang dibuat ke depannya. Daerah lain bisa melakukan hal tersebut, mengapa kita tidak? Mari kita galakkan sektor pertanian dan UMKM sedikit demi sedikit dari sekarang,” ajaknya.

Sementa itu, Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata tak menyangkal realisasi pendapatan Badung dari sektor PHR menurun. Dia mengatakan ini merupakan imbas langsung dari pandemi Covid-19 yang membuat sektor pariwisata lesu. Padahal, dari sektor pariwisatalah hampir 85 persen Badung menerima pendapatan. “Iya, memasuki triwulan II ini realisasi pendapatan pajak baru Rp 996.895.194.275. Namun, kita bisa memaklumi karena memang pariwisata lesu,” katanya. (115)

Baca juga :  Seorang Warga di Bangli Bangun Palinggih Isi Kloset

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini