Begini Penuturan Residivis yang Coba Bunuh Bibinya Sendiri

DIAMANKAN POLISI - Komang Merta Prayoga (20) kembali diamankan polisi karena melakukan percobaan pembunuhan pada Ni Ketut Sari (47), yang tak lain merupakan bibinya sendiri.

Amlapura,DenPost

Rasa sakit hati Komang Merta Prayoga (20) sempat dituduh mencuri, tak dapat dibendung lagi. Bahkan, saat diwawancarai dia mengatakan dengan jelas, rasa dendam yang terpendam pada kejadian yang hampir 10 tahun berlalu. Hal tersebut, yang menjadi motif remaja yang hampir resmi jadi residivis asal Lingkungan Pangi, Kelurahan Karangasem ini.

Dia pun gelap mata melakukan percobaan pembunuhan pada Ni Ketut Sari (47) yang tak lain merupakan bibinya sendiri.

“Saat itu saya kelas 4 SD. Saya dituduh mencuri perhiasannya,” ungkap Prayoga. Sejak saat itu, dia menaruh dendam pada Ketut Sari, yang tinggal masih satu pekarangan dengannya. Berganti hari dan bulan, dia terbelit kasus pencurian di sebuah kos-kosan kawasan Padangkerta. Mempertanggungjawabkan perbuatannya, dia lantas mendekam di penjara 6 bulan lamanya. “Masa hukuman sudah hampir selesai, sebelum kejadian saya masih cuti bebas dari tanggal 16 Mei lalu. Seharusnya cuti sampai tanggal 19 Mei ini,” tutur Prayoga.

Namun, rasa dendam yang berbuah gelap mata membuatnya harus berurusan dengan kepolisian lagi. Sehari setelah cuti bebas, Minggu (17/5/2020) malam, dia malah pesta tuak. “Pulang mabuk, sampai rumah entah kenapa rasa dendam saya muncul lagi,” ungkapnya. Dengan hanya mengenakan celana dalam dan kalungan baju, dia nekat masuk ke kamar bibinya. “Pintu depan terkunci saya dobrak. Lalu masuk ke kamar bibi yang saat itu sudah berdiri di pintu kamar, terbangun saat saya mendobrak pintu depan,” ceritanya.

Baca juga :  Tempat Tidur Perawatan Pasien Covid-19 Tersisa 78

Disanalah Prayoga beraksi meluapkan amarahnya. “Ia saya dorong ke kasur. Ia sempat bertanya waktu saya masuk, dan langsung teriak minta tolong. Karena berteriak terus, saya dekap mulutnya dengan baju yang saya kalungkan. Dan mencekiknya,” ceritanya. Amarahnya begitu memuncak, hingga saat mendekap dan mencekik dia sempat berkata pada korban bahwa akan menghabisi nyawanya saat itu juga. Namun takdir berkata lain, Sari yang berusaha berteriak dan melawan, akhirnya tertolong saat ibu pelaku, Ni Wayan Rai masuk dan menolong korban. (yun)

Baca juga :  Tak Masuk Penerima Subsidi Gaji, Pekerja di Karangasem Kecewa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini