Kabur, Kaki Garong Ditembak Polisi

DITEMBAK – Kaki tersangka Sumihar Marpaung ditembak karena berupaya kabur saat hendak dibekuk polisi. (DenPost/ist)

Padangsambian, DenPost
Aparat Jatanras Satreskrim Polresta Denpasar meringkus tersangka pencuri spesialis HP di enam warung makan, Sumihar Marpaung (35). Gara-gara berupaya kabur, kaki kiri pemuda pengangguran asal Sumatera Utara itu terpaksa ditembak polisi.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, Kamis (20/5/2020), mengatakan kasus pencurian itu terungkap berdasarkan laporan Akbar Romadoni (20). Tersangka mendatangi warung lalapan Barokah milik korban di Jalan Tangkuban Perahu, Padangsambian, Denbar, pada Rabu (13/5/2020) lalu sekitar pukul 19.30. “Tersangka saat itu pura-pura memesan lalapan ayam,” ungkapnya.

Baca juga :  Pelanggaran Disiplin Prokes Meningkat, Ini Penyebabnya

Saat istri korban menggoreng ayam, tersangka dengan cepat menggasak HP di atas meja gerobak. Bergitu dapat hasil, tersangka bergegas pergi. Perbuatan tersangka lalu dilaporkan korban ke Polresta Denpasar. “Setelah mendatangi TKP dan tiga hari melakukan penyelidikan, anggota reskrim menerima informasi bahwa ada seseorang dengan ciri-ciri mirip tersangka menjual HP via online,” tegas Dewa Anom.

Polisi segera mendatangi pembeli HP hasil curian itu. Akhirnya diperoleh keterangan bahwa orang yang menjual itu mengaku bernama Joe alias Fredy yang mengendarai Honda Vario hitam. Tak perlu waktu lama, polisi berhasil melacak keberadaan tersangka di depan satu mini market di Jalan Buana Raya, Denbar.
Saat hendak dibekuk polisi, tersangka yang tinggal di Perumahan Green Kori Kerobokan, Kuta Utara, itu malah kabur. Polisi melepas tembakan peringatan tapi tak diindahkannya, sehingga tersangka lumpuhkan. “Anggota kami terpaksa melakukan tindakan tegas terukur (tembak kaki) karena tersangka kabur,” tegas Dewa Anom.

Dua HP hasil curian disita polisi dari tangan tersangka. Saat diinterogasi polisi, dia mengaku juga menyasar warung sate di Jalan Pulau Bungin, kemudian empat warung nasi masing-masing di Jalan Tangkuban Perahu, Seminyak, Kuta, Padangsambian, serta di Jl.Gatsu timur. “Sasaran tersangka adalah HP yang dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Dewa Anom. (wiadnyana)

Baca juga :  Bali Masuki Era Baru, BP Jamsostek Belum Pasang Target Kepatuhan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini