DPP IHGMA Minta Kejelasan Pemerintah Terkait “New Normal” Pariwisata

NEW NORMAL - Ramia Adnyana, bersama sejumlah komponen pariwisata lainnya yang bersiap menghadapi pariwisata new normal.

Kuta, DenPost

Pariwisata new normal kini menjadi pembicaraan hangat di kalangan pemangku kepentingan di sektor ini.
Sayangnya, kapan penerapan era ini oleh pemerintah ternyata masih belum ada kejelasannya. Padahal kondisi industri perhotelan sudah megap-megap menghadapi situasi saat ini.

Karenanya, Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), Made Ramia Adnyana, berharap ada kejelasan kapan era new normal ini diterapkan. Hal itu diungkapkannya, Selasa (25/5/2020).

Baca juga :  Terminal Internasional di Bandara Ngurah Rai Kian Ramai

Dikatakan Ramia, industri perhotelan di Bali membutuhkan sebuah timeline dalam menyambut era pariwisata new normal. Timeline ini yang belum ada dari Pemerintah Provinsi Bali. Padahal, kalau dibuatkan itu akan menjadi semacam guideline bagi industri perhotelan.
Sebab kabar tentang kapan dibukanya new normal dinilai masih belum jelas. “Ada yang mengatakan Juni, Juli bahkan Oktober,” imbuhnya sembari menambahkan membingungkan industri, dalam hal mempersiapkan diri menyambut era ini.

Diakuinya, dalam diskusi dengan kementerian pariwisata sempat disebutkan akan dimulai Oktober mendatang. “Kalau benar Oktober tanpa kita diberikan bailout, maka kita akan mati dahulu. Karena rentangnya masih terlalu panjang,” akunya. (113)

Baca juga :  Cegah Penyebaran Covid -19, Sopir Taksi Ngurah Rai Ikuti Vaksinasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini