Mantan Bupati Klungkung, dr Tjokorda Gde Agung Tutup Usia

BELASUNGKAWA - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta ketika menyampaikan belasungkawa ke Puri Agung Klungkung, Sabtu (30/5).

 

Semarapura, DenPost

Kabar duka menyelimuti keluarga Puri Agung Klungkung. Salah seorang pangelingsir Puri yang juga mantan Bupati Klungkung, dr. Tjokorda Gde Agung, tutup usia pada Sabtu (30/5) pagi. Bupati Klungkung ke -3 ini meninggal setelah berjuang melawan sakit selama 20 tahun.

Berpulangnya dr. Tjokorda Gde Agung disampaikan pangelingsir Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Smara Putra yang sekaligus adik bungsu almarhum.

Menurut Ida Dalem Smara Putra, kakak kandungnya meninggal di kamarnya di Puri Agung Klungkung sekitar pukul 06.00 Wita. Meninggalnya almarhum diketahui pertama kali oleh salah satu pembantunya. “Saat itu almarhum mau dibangunkan oleh salah seorang pembantunnya. Tapi karena tidak bergerak, maka langsung dipanggilkan petugas medis untuk mengeceknya. Tapi saat dicek beliau dinyatakan sudah meninggal dunia,” ujar Ida Dalem Smara Putra.

Baca juga :  Selain Push-up, Begini Cara SatPol PP Badung Bina Warga Tak Bermasker

Dia mengakui kalau almarhum memiliki riwayat sakit stroke sejak tahun 2000. Selama sakit, setiap satu bulan sekali almarhum dikatakan kontrol ke Denpasar. Namun sejak lima tahun terakhir kondisinya semakin memburuk, bahkan tidak bisa diajak berkomunikasi lagi.

“Sebelum meninggal almarhum tidak ada menitip pesan apapun untuk keluarga. Kondisinya terus semakin memburuk. Bahkan satu
minggu sebelum meninggal almarhum tidak mau makan apa -apa,” ungkapnya.

Baca juga :  Penyekatan di Jalan Raya Goa Lawah, 12 Kendaraan Diputar Balik dan Dua Warga Reaktif Dipulangkan

Selama menjabat sebagai Bupati Klungkung, almarhum dikenal sebagai pencetus berdirinya Monumen Puputan Klungkung. Almarhum juga mengganti nama Kota Klungkung menjadi Kota Semarapura. Almarhum sendiri menjabat bupati selama dua periode dari tahun 1983 sampai 1993. Almarhum meninggalkan empat orang anak.

Rencananya jenazah almarhum akan diplebon. Tapi karena situasi Covid-19, upacara palebon almarhum diundur selama tiga sampai empat bulan ke depan sambil menunggu situasi pulih. Untuk saat ini jenazah almarhum disemayamkan di Puri Agung Klungkung. Pihak Puri tetap memberikan kesempatan kepada kerabat atau masyarakat yang ingin melayat. Namun dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid -19. (119)

Baca juga :  Soal Rencana Sipeng Desa, Sekda Minta Masyarakat Santun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini