Pulang dari Banyuwangi, Satu Keluarga Dikarantina

DIJEMPUT SATGAS - Satu keluarga yang dijemput Satgas Gotong Royong Desa Pemecutan Kaja kini dikarantina di salah satu hotel di Denpasar pascapulang dari Banyuwangi.

Pemecutan Kaja, DenPost

Pulang dari daerah zona merah, yakni Banyuwangi, Jawa Timur, satu keluarga yang tinggal di Jalan Gunung Agung Gang 2B, Desa Pemecutan Kaja, Denut menjalani karantina di salah satu hotel di Denpasar. Satu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan empat orang anaknya akan menjalani test swab, Selasa (2/6/2020) sore.

Dari informasi di lapangan, satu keluarga yang baru tiba di Denpasar dan tinggal di rumah kos-kosan di Gang 2B, membuat waswas warga sekitar karena satu keluarga ini sering hilir mudik di luar kos-kosan. Karenanya, warga sekitar pun melaporkan keberadaan satu keluarga yang baru pulang dari Banyuwangi ini ke kelian adat dan kelian dinas dan Posko Induk Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Pemecutan Kaja.

Baca juga :  WNA Positif Covid-19, Ternyata Sempat Pulang ke Prancis

Kasi Pelayanan Desa Pemecutan Kaja, Nyoman Juli Darmayanti, yang juga Relawan Posko Induk Desa Pemecutan Kaja, membenarkan adanya satu keluarga yang baru pulang dari Banyuwangi telah dikarantina di salah satu hotel di Denpasar. ”Awalnya ada laporan dari kelian adat dan kelian dinas bahwa ada warga yang baru datang dari Banyuwangi. Memang satu keluarga, di mana suami dan istrinya membawa hasil rapid test negatif. Sedangkan keempat anaknya tidak membawa hasil rapid test. Karena itu, kelian adat dan kelian dinas merasa khawatir dan menyerahkan kembali ke posko induk. Kita di posko induk memutuskan satu keluarga ini untuk melakukan isolasi mandiri,” kata Darmayanti.

Namun, isolasi mandiri tak sepenuhnya dilakukan karena masih keluar dari kediaman, sehingga diputuskan dijemput dan dikarantina di rumah singgah (hotel). ”Hari ini satu keluarga ini akan menjani test swab sebagai langkah antisipasi. Intinya satu keluarga ini belum ada yang positif, ” ujarnya.

Baca juga :  Satu ASN di Klungkung Positif Covid-19

Sementara Kepala Kewilayahan Banjar Tulangampiang, Desa Pemecutan Kaja, I Wayan Sudirga, menyatakan warga ini menjemput istrinya yang mudik ke Banyuwangi. ”Dijemput sama suaminya pada, 27 Mei lalu, dan pada, 29 Mei lalu satu keluarga ini tiba di Denpasar yang terdiri dari bapak, ibu dan empat anak dengan membawa hasil rapid test tapi orang tua saja. Dengan adanya kedatangan dari Banyuwangi, masyarakat yang ada di Gang 2B menjadi resah dan dilaporkan kepada kami sebagai kepala kewilayahan dan Kelian Adat Banjar Gerenceng. Karena kebetulan warga ini merupakan warga adat Gerenceng,” ucapnya.

Baca juga :  Koster Promosi Arak Bali ke Menteri Pertanian

Setelah itu, pihaknya pun melaporkan ke Satgas Desa Pemecutan Kaja. ”Satu keluarga ini mengiyakan untuk dilakukan karantina di salah satu hotel di Denpasar, karena merasa meresahkan warga. Kami dari kepala kewilayahan meminta kepada masyarakat jangan resah adanya warga di Gang 2B dibilang positif Covid-19 tanpa ada hasil swab. Hal ini untuk mengantisipasi arus balik dan tetap melakukan standar protokol kesehatan dengan melakukan isolasi mandiri maupuan karantina selama 14 hari bagi warga yang baru datang dari Jawa,” tandasnya. (112)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini