23 Staf Puskesmas I Denbar Dikarantina dan Di-Swab

0
10
SWAB TEST - Salah satu staf Puskesmas 1 Denbar yang melakukan swab test di puskesmas setempat, Selasa (6/2/2020). DenPost/ist

Tegal Harum, DenPost

Satu pasien laki-laki (66) dalam pengawasan (PDP) dari Desa Tegal Harum telah dinyatakan positif Covid-19, setelah hasil swabnya keluar Senin (1/6/2020). Dari hasil tracking, pasien ini sempat melakukan kontrol lukanya di Puskesmas 1 Denbar sebelum dinyatakan positif.

Akibat dari terpaparnya pasien ini, 23 orang staf di Puskesmas I Denbar di Jalan Gunung Rinjani Nomor 65 Tegal Harum, Denpasar Barat dikarantina dan diisolasi mandiri.

Kepala Puskesmas I Denbar, dr. Lina Muji Rahayu, Selasa (6/2/2020), membenarkan adanya seorang pasien di Puskesmas I Denbar positif Covid-19. Akibatnya, 23 orang dari 59 orang staf di Puskesmas I Denpasar Barat yang sempat kontak langsung dengan pasien harus menjalani karantina di rumah singgah maupun isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Serahkan 54 PMI ke Desa/Kelurahan

Selain itu, dikarenakan banyak staf yang melakukan kontak langsung dengan pasien, maka pelayanan di Puskesmas I Denbar pun dibatasi. “Pasien ini dari Tegal Harum. Ini waktunya lumayan lama pasien ini kontrol lukanya ke puskesmas kami hampir sebulan, sehingga banyak staf kami yang sempat kontak langsung. Untuk mengurangi risiko, pelayanan kami batasi. Puskesmas ini tidak ditutup, hanya pembatasan saja,” kata dr. Lina.

Baca juga :  Tinggi, Minat Adopsi Anak di Bali

Dikatakan dr. Lina, untuk pelayanan poliklinik umum dipindahkan ke Puskesmas Denbar II dan Puskesmas Denut II. Hal ini dikarenakan dari empat orang dokter yang bertugas di sana termasuk dirinya selaku Kepala Puskesmas, tiga orang dapat kontak dengan pasien.
Sementara untuk pelayanan imunisasi dan ibu hamil dipindahkan ke Puskesmas Pembantu Tegal Harum.

Ditambahkan dr. Lina, dari 23 staf yang sempat kontak tersebut, 3 orang merupakan dokter, 7 orang perawat dan 13 orang staf administrasi. Ke-23 orang staf tersebut sudah menjalani swab test yang pertama dan selanjutnya mereka menjalani isolasi mandiri maupun dikarantina di rumah singgah yang disediakan Pemkot Denpasar.

Baca juga :  Diringkus, Bandar Penyelundup Penyu Terancam5 Tahun Penjara

Untuk pembatasan pelayanan ini direncanakan dilaksanakan selama tujuh hari. Jika hasil swab tes kedua semua staf tersebut dinyatakan negatif, maka pelayanan akan kembali normal. (112)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini