Soal Penerapan Tatanan Hidup Baru, Wandira : Peran Adat Signifikan

Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Wayan Mariana Wandira

Dangin Puri, DenPost

Menyikapi rencana penerapan skema new normal atau tatanan hidup baru, Pemerintah Kota Denpasar butuh mematangkan persiapan, khususnya dalam menertibkan penerapan protokol kesehatan. Mengingat saat ini kasus transmisi lokal masih tumbuh di Denpasar.

Desa adat menjadi lembaga nonpemerintah yang berperan penting dalam hal ini. Dengan melibatkan unsur adat, seperti pecalang diyakini dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap regulasi pencegahan Covid-19. Pandangan ini, disepakati Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Wayan Mariana Wandira.

Baca juga :  Daihatsu Tutup Tahun 2022 dengan Kenaikan Penjualan 24,9 Persen

“Sangat diperlukan keterlibatan desa adat (pecalang), khususnya di Kota Denpasar karena masyarakat patuh dengan adat. Menurut pandangan saya, adat harus diedukasi tentang tata cara protokol kesehatan, sehingga mampu memberi pemahaman kepada masyarakat,” kata Wandira, belum lama ini.

Edukasi tentang protokol kesehatan kepada pecalang dipandangnya amat penting. Salah satunya terlibat dalam pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Selain mengajak masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19, ini penting untuk mencegah pecalang tidak menjadi sumber penularan.

Baca juga :  Regulasi Tambahan Masuk Bali, Koster Pasang Tiga Syarat

Kata dia, di satu sisi PKM dilakukan untuk mencegah Covid-19, di lain sisi masih terdapat pecalang yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), seperti masker saat bertugas. Berkorelasi terhadap keterlibatan unsur desa adat dalam penanganan Covid-19, menurutnya Pemkot harus transparan terkait anggaran. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini