Ini Kesimpulan Webinar Songsong Kehidupan Baru Usai Pandemi, di Badung

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung, I Wayan Suambara

Mangupura, DenPost

Webinar bertajuk “Menyongsong Normalitas Kehidupan Yang Baru Pasca Pandemi Covid-19” diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Badung melalui Badan Penelitian dan Pengembangan pada hari Rabu (27/5) lalu. Webinar diikuti tiga Duta besar Republik Indonesia yakni Dubes untuk Kerajaan Thailand, Ahmad Rusdi; Dubes untuk Australia dan Merangkap Republik Vanuatu, Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo dan Dubes untuk Zimbabwe Merangkap Republik Zambia, Dewa M Juniarta Sastrawan serta Minister Counselor Fungsi Sosial Budaya pada Kedubes RI di Tiongkok, Arianto Surojo. Webinar ini menghasilkan beberapa kesimpulan dan rekomendasi persiapan pelaksanaan “Budaya Hidup Baru” di Kabupaten Badung.

Salah satu kesimpulan penting yang dihasilkan adalah pelonggaran berbagai aktivitas kegiatan masyarakat. Namun hal ini sangat ditentukan hasil pemetaan wilayah dan kemampuan daerah dalam pengendalian kasus. Serta mempergunakan istilah “Budaya Hidup Baru” sebagai penyebutan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk menyesuaikan diri akibat adanya pandemi Covid-19.

Baca juga :  Dewan Badung Minta Tunda Pelantikan Pilkel Jika Tak Mufakat

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung, I Wayan Suambara, Selasa (2/6)  mengatakan, sebagian besar masyarakat menghendaki agar aktivitas perekonomian dapat segera dibuka. Karenanya Bali harus menyiapkan diri untuk menyongsong new normal melalui dua pendekatan yaitu pendekatan spiritual dan pendekatan material, sebelum Bali memutuskan membuka kembali Pariwisata Bali.

Beberapa kesimpulan dari webinar tersebut, lanjut Suambara, pertama; protokol kesehatan merupakan persyaratan mutlak yang harus dipenuhi dan ditaati oleh semua warga masyarakat di seluruh tempat masyarakat beraktivitas. Kedua, deteksi dini, pencegahan dan penanganan kasus Covid-19 sangat ditentukan oleh disiplin masyarakat dan peranan pemerintah lokal (pemerintah daerah). Ketiga, pelonggaran berbagai aktivitas kegiatan masyarakat sangat ditentukan oleh hasil pemetaan wilayah dan kemampuan daerah dalam pengendalian kasus. Dan, keempat, sebagian besar peserta menghendaki dan setuju pembukaan aktivitas ekonomi secara bertahap dengan menerapkan tatanan hidup baru.

Baca juga :  Satpol PP Badung Hindari Penindakan, Anggota Diinstruksikan Lakukan Ini

Sedangkan beberapa hal yang direkomendasikan dari webinar tersebut, menurut mantan Kepala Bappeda ini; pertama, Budaya Hidup Baru dipergunakan sebagai penyebutan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk menyesuaikan diri akibat adanya pandemi Covid-19. Kedua, Pemkab Badung perlu segera merumuskan atau menyusun Budaya Hidup Baru melalui penetapan dan penerapan protokol kesehatan di beberapa bidang yang esensial seperti pendidikan (sekolah), kegiatan keagamaan, kegiatan sosial budaya, kegiatan di tempat fasilitas umum (area publik) di wilayah Kabupaten Badung dengan merujuk kepada protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Ketiga, Pemkab Badung perlu membentuk Kader Penyuluh Budaya Hidup Baru yang bertugas menyosialisasikan secara intensif tentang bahaya penyakit yang muncul karena Virus Corona 2019 (Covid-19).

Baca juga :  Aplikasi ‘’LoveBali’’, Kontribusi Wisman untuk Pelindungan Alam dan Budaya  

Keempat, Pemkab Badung melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Badung bersama perangkat daerah teknis perlu secepatnya membuat kajian pemetaan wilayah secara mendalam dan komprehensif. Seperti pembukaan mall/toko/warung, restoran/rumah makan, Daya Tarik Wisata, kegiatan produksi yang melibatkan banyak tenaga kerja/UMKM dan perhotelan. Kelima, Pemerintah Daerah bekerjasama dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Desa Adat (MDA), dan Majelis Pertimbangan Kebudayaan (Listibya) perlu membuat pedoman pelaksanaan upacara keagamaan dan atraksi budaya/seni penunjang pariwisata yang melibatkan banyak orang. Dan keenam, Pemkab Badung perlu segera membuat kajian regulasi dan teknis untuk menerapkan digitalisasi dalam kegiatan ekonomi terutama dalam aspek transaksi keuangan. (a/115)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini