Pedagang Bumbu dan Tukang Suwun di Denpasar Terpapar Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai

Denpasar, DenPost

Setelah 11 kasus, Kota Denpasar kembali menambah 7 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil swab test, Jumat (5/6/2002).

Dari 7 kasus yang merupakan transmisi lokal, dua di antaranya berprofesi sebagai tukang suwun di Pasar Gunung Agung, Desa Pemecutan Kaja, Denut dan pedagang bumbu di Banjar Titih, Desa Dauh Puri Kangin, Denbar.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, membenarkan Kota Denpasar kembali mendapatkan tambahan tujuh kasus positif. Kasus tersebut seluruhnya merupakan transmisi lokal dan belum diketahui darimana mereka terpapar.

Ditambahkan Dewa Rai, dari tujuh kasus ini, dua di antaranya merupakan seorang perempuan (47) dari Desa Tegal Kertha, Denbar yang diketahui merupakan tukang suwun di Pasar Gunung Agung. Perempuan ini, diketahui terpapar Covid-19 setelah mengalami gejala demam tinggi dan dilarikan ke RSUP Sanglah, Selasa (2/6/2020).

Baca juga :  Kotori Wajah Kota, Puluhan Reklame Bodong Dibabat Satpol PP

Saat perawatan, perempuan tersebut juga dilakukan rapid test karena memiliki gejala dan dinyatakan positif dan di rawat di RSUP Sanglah. “Gejalanya demam jadi dibawa ke rumah sakit. Setelah dilakukan swab test, ternyata positif Covid-19. Dia merupakan tukang suwun yang kesehariannya di Pasar Gunung Agung biasanya membawakan barang belanja pengunjung pasar,” kata Dewa Rai.

Selain tukang suwun, lanjut dia, seorang perempuan (48) yang notabena pedagang bumbu dari Desa Sumerta Kelod, Dentim yang kesehariannya berjualan di Banjar Titih juga terkonfirmasi positif. Pedagang ini mengalami keluhan yang sama dan juga dilakukan swab test, Selasa (2/6/2020). Perempuan ini, dinyatakan positif Covid-19 dan dirawat di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM).

Baca juga :  Berdayakan Seka Teruna untuk Atasi Kejahatan Ini

Untuk kedua perempuan (tukang suwun dan pedagang bumbu) akan dilakukan tracking oleh tim surveillance ke Pasar Gunung Agung dan Banjar Titih. “Tim surveillance akan bergerak besok (Sabtu l-red) untuk mendata siapa saja yang pernah diajak kontak langsung. Setelah ditentukan baru akan dilakukan rapid test serentak,” ujar Dewa Rai.

Selain dua perempuan ini, terdapat 5 kasus lainnya, yakni pasangan suami (54) istri (48) yang tinggal di Kelurahan Penatih, Dentim, seorang perempuan (30)
dan laki-laki (39) dari Kelurahan Renon, serta perempuan (25) dari Desa Peguyangan Kaja, Denut. (112)

Baca juga :  33 Pedagang Kumbasari Jalani Swab Test

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini