Penerapan Protokol Kesehatan Tak Disiplin, Koster: “Sing Dadi Bengkung Lan Maboya”

JUMPA PERS - Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Sekretaris Daerah, Dewa Made Indra dalam jumpa pers pada Senin (8/6).

Dauh Puri, DenPost

Gubernur Bali, Wayan Koster mengakui disiplin masyarakat  dalam menerapkan protokol kesehatan cenderung menurun di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Ketidaksiplinan itu, meliputi tak mengenakan masker dan tidak menjaga jarak fisik.

Ada empat daerah yang ia pandang belum disiplin yakni Denpasar, Badung, Tabanan dan Klungkung. Kondisi ini menurutnya menjadi penyebab kasus transmisi lokal terus bertambah, yang sebagian besar didominasi Orang Tanpa Gejala (OTG). Hal ini menjadi pekerjaan tambahan bagi Gugus Tugas untuk semakin gencar melakukan tes swab.

Baca juga :  Tiga Tersangka Pembalakan Kayu Dijebloskan ke Penjara

“Menghadapi kondisi demikian, sedikit pun kita tidak boleh merasa bosan, tidak boleh ada rasa jenuh, tidak boleh ada rasa putus asa, tidak boleh saling menyalahkan, sing dadi bengkung lan maboya,” ujarnya, pada jumpa pers pada Senin (8/6) di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar.

Ia menegaskan, kondisi pandemi saat ini merupakan masalah bersama yang harus dijalani penuh semangat. Menyikapi maraknya kasus transmisi lokal yang melahirkan OTG, Koster mengatakan Pemprov Bali sedang menggiatkan rapid test dan swab untuk mengetahui status seseorang. Langkah ini juga membuat jumlah kasus positif Covid-19 meningkat.

Baca juga :  Nasib Ratusan CPNS dan PPPK di Klungkung Belum Jelas

Ia memandang hal ini merupakan hal yang positif dalam rangka mengendalikan kasus Covid-19 untuk mencegah penularan sedini mungkin. “Pertumbuhan kasus di Bali relatif kecil. Dibuktikan, Bali yang sebelumnya masuk 10 besar urutan 7 daerah dengan Covid-19 tertinggi, sekarang di urutan ke 13,”  beber Koster. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini