Tak Mau Rapid Test, Sopir Truk Nekat Kabur

PENGAWASAN - Suasana pengawasan dan pemeriksaan di Pelabuhan Gilimanuk.

Negara, DenPost

Sejak adanya perubahan penanganan warga masuk Bali di pos pemeriksaan Gilimanuk, di mana pemeriksaan dilakukan di dua pos pemeriksaan, yakni didalam pelabuhan dan di TIC ( Tourism Information Centre) di Kawasan Patung Siwa Gilimanuk, membuat antrean truk dan kendaraan terjadi di Gilimanuk.

Diduga karena antrean ini yang menyebabkan sejumlah sopir truk dan kernet nekat dan tidak mau ngantri, sehingga meloloskan diri. Namun karena pemeriksaan berlapis, baik di Tabanan dan Mengwi, meskipun di Gilimanuk dan Tabanan mereka lolos di Mengwi mereka terjaring.

Baca juga :  Barang Nonlogistik akan Disterilkan Saat Arus Mudik

“Kemungkinan mereka mau cepat tidak mau antre. Habis daftar terus berangkat tidak rapid test padahal gratis,” kata Dandim 16/17 Jembrana, Letkol Kav. Jefri Marsono Hanok, yang juga anggota Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jembrana, Rabu (9/6/2020).

Sementara Jubir Gugus Tugas Covid-19 Jembrana, dr. I Gusti Agung Putu Arisantha, mengatakan memang untuk rapid test sopir harus antre. Diduga karena antrean cukup panjang itulah yang mengakibatkan sopir truk dan kernet nekat. (120)

Baca juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Kafe di Delodberawah Ditutup

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini