Pembeli yang Sempat Kontak Erat dengan Pedagang Pasar Kumbasari Segera Lapor Diri

TUTUP SEMENTARA - Pelataran pedagang ikan Pasar Kumbasari yang ditutup sementara, Kamis (11/6/2020).

Denpasar, DenPost

Buntut dari 19 orang pedagang ikan dan pedagang canang Pasar Kumbasari dinyatakan positif Covid-19, sebanyak 382 pedagang yang berjualan malam di pelataran Pasar Kumbasari akan menjalani tes swab dan rapid test secara bertahap yang dilakukan Perumda Pasar Sewakadharma Kota Denpasar.

Pelaksanaan rapid test dan swab test yang dilakukan secara bertahap selama empat hari kepada 382 pedagang itu, dilakukan di Pasar Kumbasari pada, Jumat (12/6/2020, dan Sabtu (13/6/2020). Selanjutnya akan dilakukan lagi pada, Senin (15/6/2020), dan Selasa (16/6/2020).

Baca juga :  Pasca-boat Cepat Terbalik di Sanur, Aparat Perketat Pengawasan Laut

Sebelumnya, 1 pedagang ikan tongkol yang berjualan malam di pelataran Pasar Kumbasari positif Covid-19, setelah hasil swab test keluar pada, Jumat (5/6/2020). Karena itu, 30 pedagang yang berjualan di pelataran pasar setempat pun menjalani swab test. Dari hasil swab test, sebanyak 18 pedagang terpapar virus corona, sehingga total pedagang yang terinfeksi antara pedagang inipun mencapai 19 orang.

Guna antisipasi klaster baru penularan virus corona antarpedagang, direncanakan 382 pedagang mengikuti swab maupun rapid. ”Rencananya swab dan rapid akan dilakukan besok (Jumat -red) dan Sabtu. Selanjutnya akan dilanjutkan Senin dan Selasa depan karena pedagang libur semua, sehingga kami kesulitan untuk menghubungi,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadharma Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata, saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2020).

Baca juga :  Diduga Selingkuh, Dua Security Bandara Digerebek di Vila

Ditambahkan Kompyang Wiranata, Perumda Pasar Sewakadhrma masih melakukan pendataan dan menghubungi para pedagang supaya pelaksanaan rapid maupun swab bisa selesai secepatnya. Dalam kesempatan ini, Kompyang Wiranata juga meminta kepada pembeli yang sempat kontak dengan pedagang positif untuk melapor ke pihak Perumda Pasar maupun Gugus Tugas. “Pedagang juga kami minta untuk menginformasikan ke kami, siapa yang sering kontak dengannya, misal pembeli atau suplayer karena kami kesulitan untuk melacaknya,” imbuhnya.

Baca juga :  Jalan Tol Jagat Kerthi Bali juga Tumbuhkan Ekonomi Baru di Buleleng

Selain itu, pihaknya yang dibantu Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, akan melakukan tracking ke desa/kelurahan tempat tinggal pedagang untuk mencari dengan siapa pedagang tersebut dapat kontak. (112)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini