Lagi, Denpasar Tambah 10 Kasus Positif Covid-19, 3 Orang Merupakan Pedagang Pasar Kumbasari 

SEMPROTKAN DISINFEKTAN - Penyemprotan disinfektan di areal Pasar Kumbasari, Kamis (11/6/2020).

Denpasar, DenPost

Kota Denpasar, kembali menambah 10 kasus positif Covid-19, setelah hasil swab test keluar, Kamis (11/6/2020). Dari 10 orang yang terpapar itu, 3 di antaranya merupakan pedagang Pasar Kumbasari.

Ke-3 pedagang yang positif Covid-19, yakni perempuan (61) pedagang ikan di Pasar Kumbasari asal Kelurahan Pemecutan dan dirawat di Bapelkes, perempuan (48) asal Kelurahan Pemecutan merupakan pedagang sayur di Pasar Kumbasari, serta laki-laki (67) asal Kelurahan Pemecutan pedagang ikan yang merupakan orang tua pedagang ikan di Pasar Kumbasari yang positif pada 4 Juni 2020.

Baca juga :  Lagi, Tiga Warga Meninggal Akibat Corona

Hal ini, merupakan hasil pengembangan tracking di keluarga yang positif. Di mana, sebelumnya mengeluh demam pada, 4 Juni 2020. Selain itu, dua anak pedagang Pasar Kumbasari yang dinyatakan positif 4 Juni 2020, yakni laki-laki (16) dan perempuan (21) di mana keduanya dirawat di Bapelkes.

Untuk pasien keenam, yakni perempuan (40) asal Desa Pemecutan Kelod dirawat di Bapelkes dengan keluhan demam ringan, seorang perempuan (41) asal Pemecutan Kaja yang dirawat di Bapelkes, perempuan (25) seorang PMI asal Kelurahan Kesiman yang memiliki riwayat perjalanan dari Amerika Serikat dan kini dirawat di Bapelkes.

Baca juga :  Ditahan di Rutan Polda Bali, Eka Wiryastuti Positif Covid-19

Sementara pasien kesembilan, yakni perempuan (26) asal Ubung Kaja yang merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) karena demam, serta seorang perempuan (57) asal Ubung Kaja. Sebelumnya, perempuan ini merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) dan kini dirawat di Bapelkes.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, mengatakan bertambahnya angka kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tidak terlepas dari upaya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar melakukan screning, tracking dan testing massal methode Swab berbasis PCR yang tingkat akurasinya lebih tinggi.

Baca juga :  Cegah Peredaran Makanan Berbahaya, Pasar Badung Dilengkapi Ini

“Sekarang GTPP Kota Denpasar sedang fokus untuk menemukan kasus, sehingga upaya penanganan dan pencegahan juga dapat dimaksimalkan. Jadi kami tidak mau angka kecil tapi banyak kasus yang tidak terdeteksi dan ini bisa jadi ancaman akan penyebaran yang lebih luas dan nantinya bisa menjadi bom waktu,” kata Dewa Rai. (112)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini