Begini Reaksi Komisioner dan Staf KPU Karangasem Saat Dites Cepat

RAPID TEST - Rapid test atau tes cepat dilakukan terhadap komisioner dan staf KPU Karangasem, Jumat (12/6/2020).

Amlapura, DenPost

Rapid test atau tes cepat juga dilakukan terhadap komisioner dan staf KPU Karangasem, Jumat (12/6/2020). Berbagai reaksi ditunjukkan para staf KPU tersebut jelang menjalani rapid test. Seperti yang dirasakan Ketua Divisi Sosialisasi dan Pengembangan SDM KPU Karangasem, Deasy Natalia. Bahkan, sejak sehari sebelum tes, Deasy mengaku sudah berdebar.  Apalagi saat diambil sampel darah untuk dites cepat, wajahnya tampak memucat. Teringat ia tinggal di desa yang masuk dalam zona merah.  Namun semua perasaan tak menentu Deasy Natalia berakhir sirna, setelah mengetahui hasil rapid test-nya nonreaktif.

Baca juga :  Gede Dana Berikan Bantuan Ini ke Desa Zona ''Merah"

Tak hanya Deasy, keempat komisioner lainnya pun tampak tegang dan degdegan saat sampel darah diambil petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem. “Dari kemarin sudah keringat dingin. Apalagi saya tidak full bisa bekerja dari rumah. Kadang-kadang keluar rumah. Walau sudah pakai APD dan keluar seperlunya saja, tapi takut juga,” ungkap Deasy. Tak hanya itu, komisioner asal Desa Bungaya Kangin ini juga sedikit beban, pasalnya ia tinggal di daerah zona merah, yang sempat ditemukan warga positif Covid-19. “Secara psikologis terpengaruh juga dengan itu. Namun berusaha tenang dengan tetap ikuti protokol kesehatan. Ya untungnya, semua staf dan komisioner hasilnya nonreaktif,” imbuhnya.

Baca juga :  Jalani Rapid Test, Satu Anggota Satpol PP Karangasem Reaktif

Kini ia mendapat tantangan baru. Selaku ketua Divisi Sosialisasi, dia harus tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19. “Kami berupaya melakukan sosialisasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya membatasi peserta sosialisasi. Misalnya dengan mengundang perwakilan saja,” ungkapnya. Selain itu, ia juga akan memanfaatkan medsos untuk mengoptimalkan penyampaian pesan. “Untuk tetap memproteksi diri, kami telah menganggarkan APD untuk divisi sosialisasi lebih banyak. Sehingga kami yang sering berinteraksi dengan masyarakat tak sampai kekurangan APD,” pungkasnya. (yun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini