Jaga Terpenuhinya Kebutuhan Dasar Naker, Badung Lanjutkan Ini

SERAHKAN INSENTIF - Wabup Suiasa, saat menyerahkan secara simbolis insentif kepada naker pariwisata dan sektor lain terdampak Covid-19, di Ruang Pertemuan Kantor Camat Kuta Selatan, Jumat (12/6/2020)

Kutsel, DenPost

Kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Badung dalam mitigasi pandemi Covid-19, yakni berupa pemberian insentif kepada tenaga kerja KTP Badung yang dirumahkan dan kena pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali berlanjut. Setelah sebelumnya diserahkan Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, 4 Juni lalu, kali ini penyerahan dilanjutkan Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, kepada 29 orang perwakilan di Ruang Pertemuan Kantor Camat Kuta Selatan, Jumat (12/6/2020).

Baca juga :  Tanamkan Lakukan Prokes Sejak Usia Dini, Pencegahan Covid-19 Dimasukan Dalam Pembelajaran Sekolah

Turut hadir Kepala Kejari Badung, Hari Wibowo; Anggota DPRD Badung, Wayan Sugita Putra, dan Camat Kuta Selatan, Ketut Gede Artha.

Wabup Suiasa, menyampaikan pemerintah daerah menyerahkan bantuan sosial berupa uang kepada pekerja sektor pariwisata dan sektor lainnya yang terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Badung, dengan total pagu anggaran sebesar Rp15 miliar lebih dengan rincian per orang mendapatkan Rp600 ribu perbulan untuk waktu 3 (tiga) bulan terhitung Mei, Juni dan Juli 2020.

Dikatakannya, penyerahan bantuan sosial yang bersumber dari APBD Kabupaten Badung merupakan wujud kongkrit bahwasanya Pemerintah Kabupaten Badung selalu hadir mengayomi, memberikan perlindungan dan senantiasa berkomitmen untuk berbagi kepada pekerja sektor pariwisata dan sektor lainnya yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Badung. “Inilah bentuk komitmen dari Pemerintah Kabupaten Badung untuk memperhatikan masyarakatnya yang terdampak pendemi Covid-19, mudah-mudahan dengan bantuan ini masyarakat kita semakin percaya diri untuk kedepannya,” imbuhnya.

Baca juga :  Hadiri Karya Nyatur di Pura Dalem Surya, Adi Arnawa Ingatkan Prokes

Sementara Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja, Ida Bagus Oka Dirga, melaporkan kegiatan bantuan sosial ini sebagai jaring pengaman sosial/social safety net kepada para pekerja yang mengalami PHK atau dirumahkan akibat dampak Covid-19, yang pemanfaatannya untuk tetap menjaga terpenuhinya kebutuhan dasar bagi pekerja dan keluarganya. (a/113)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini