Begini Kesaksian Ardiantoro Sebelum KMP Dharma Rucitra III Miring

Adriantono

Amlapura, DenPost

Adriantono terbangun dari tidurnya mendengar teriakan panik dari penumpang KMP Dharma Rucitra III lainnya. Kantuknya mendadak hilang, melihat genangan air yang masuk hingga ke lantai II. Kapal yang mulai miring, seolah-olah akan terbalik, membuat banyak penumpang berloncatan ke laut lewat sisi kapal. Melihat itu, Adriantono pun tak berpikir panjang. Ia spontan ikut loncat, tanpa pernah memikirkan bahwa dirinya sama sekali tak bisa berenang.

Adriantono, supir truk yang memuat kelapa lombok dengan tujuan Malang, Jawa Timur ini tak akan pernah melupakan, peristiwa yang hampir merenggut nyawanya pada Jumat (12/6/2020) malam. Diwawancarai DenPost, Sabtu (13/6/2020), masih nampak kecemasan di wajahnya, mengingat sampai saat ini belum ada kepastian mengenai nasib kendaraannya yang ikut terendam di dalam badan kapal.

Baca juga :  Buleleng Siapkan 7 Pos Sekat Wilayah Perbatasan

“Tapi saya bersyukur, saat kejadian masih bisa selamat. Saat saya loncat saya berusaha bertahan di air sambil berteriak minta tolong. Untung saat itu ada petugas dengan kapal karet menyelamatkan saya,” ingat pria asal Malang, Jawa Timur ini.

Ia mengaku tak tahu pasti sejak kapan air telah masuk ke dalam kapal. Sebab, memang tak ada pemberitahuan sama sekali dari ABK kapal, sesaat sebelum kejadian. “Penumpang lain semua panik saat melihat air telah masuk kapal. Jika sebelumnya ada pemberitahuan kondisi kapal. Setidaknya semua penumpang dapat mempersiapkan diri dengan memakai jaket keselamatan,” sesal Adriantono.

Baca juga :  Vaksinasi, Karangasem Malah Tambah 21 Kasus Covid-19

Untung saja, semua penumpang dapat selamat. Ia tak pernah membayangkan jika kapal dalam kondisi demikian dan terjadi di tengah laut. “Tapi sekarang saya sangat bingung. Bagaimana nasib kendaraan saya. Apalagi sudah terendam air. Saya berharap ada asuransi untuk kendaraan kami yang terjebak,” harapnya.

Hingga Minggu (14/6/2020) petugas pelabuhan memang belum mengambil tindakan evakuasi kapal serta puluhan kendaran besar yang masih terjebak di dalamnya. Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padang Bai, Eka Suayamin menuturkan akan melakukan evakuasi Senin (15/6/2020).

Baca juga :  Warga Tunggu Kepastian Listrik Gratis

“Awalnya kami berencana menggunakan tug boat yang disewa dari PT Pertamina. Namun melihat separuh badan kapal telah menyentuh dasar laut, itu sangat mustahil dilakukan,” ungkap Eka.

Karena itu pihaknya mengambil pilihan untuk mengevakuasi kapal, dengan mengapungkan terlebih dahulu. “Senin akan ada teknisi dari Surabaya untuk memasang pelampung di bagian tenggelam agar kapal bisa mengambang ke permukaan. Baru kita evakuasi ke Dermaga,” pungkas Eka. (yun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini