Bawa Senpi, Franky Hercules Sebut Pistol Mainan

0
203
DI RUMAH SUYASA - Ketua Tim Hercules Dunia Franky Herculessaat berada di rumah Plt.Ketua DPD Golkar Kabupaten Badung Wayan Suyasa. (DenPost/ist)

Kereneng, DenPost
Pascabersitegang di media sosial (medsos) dengan mantan pentolan ormas, Ketut Putra Ismaya, akhirnya Franky Hercules mendatangi Polda Bali. Pria yang menjabat Ketua Tim Hercules Dunia itu membuat klarifikasi terkait tudingan Ismaya tentang pengancaman dan senjata api yang dibawanya.

Dalam klarifikasinya, Franky mengaku tidak mengancam Ismaya menggunakan pistol. Saat dia dan Ismaya berkomunikasi melalui video call, Franky berada tak jauh dari anaknya yang bermain tembak-tembakan dengan pistol mainan. “Saat itu, anak Franky membuang pistol mainan. Franky lalu mengambil pitol mainan itu sambil video call dengan Ismaya. Kemudian Franky menyerahkan pistol mainan ke anaknya,” kata sumber polisi.

Franky disebutkan sudah mengklarifikasi hal itu ke Resmob, Selasa (16/6/2020)
Dilanjutkannya, Franky mengaku menghubungi Ismaya hanya untuk mengkonfirmasi mengenai pemberitaan di medsos. Malah terjadi insiden saling tantang.

Baca juga :  Langgar Prokes, Puluhan Warga Didenda Tim Yustisi

Sementara itu, Franky mengaku tidak menyangka jika Ismaya akan melapor ke Polda Bali. “Kalau sebagai lelaki kan mestinya berbicara baik-baik. Bukan melapor tentang hal yang sebenarnya tidak dilakukan oleh saya. Polisi juga bisa menilai postingannya di Facebook. Zaman sekarang lebih baik bersaudara ketimbang musuhan,” tandasnya.

Di tempat terpisah, respons cepat ditunjukkan Dewan Pengurus Daerah Partai Golkar Provinsi Bali menyikapi perkara yang melibatkan kadernya, Wayan Suyasa. Plt.Ketua DPD Golkar Kabupaten Badung ini diduga sebagai pengurus Tim Hercules Dunia.

Baca juga :  Buruh Suwun Pasar Kidul Positif Corona

Ketua DPD Golkar Provinsi Bali Nyoman Sugawa Korry menyebutkan perkara itu sudah beres setelah pertemuan mereka berdua pada Senin (15/6/2020). Suyasa secara legowo menerima keputusan partai yang melarangnya terlibat ormas. “Kader Golkar disarankan bergaul dengan semua lapisan masyarakat. Tapi menjadi pimpinan ormas harus seizin partai dan kami tidak izinkan keputusan itu,” ungkap Sugawa usai menerima kunjungan Subdit I Bidang Hukum Polda Bali, Selasa (16/6/2020) di Kantor DPD Golkar Bali.

Baca juga :  Gairahkan Ekonomi, PUTRI Optimis Bali Mampu Bentuk Pasar Mandiri

Ia menegaskan, kebijakan partai tersebut berlaku bagi seluruh kader. Respons cepat ini dikatakannya bukan karena perkara tersebut viral di medsos, namun merupakan upaya pengurus menegakkan aturan partai.
Hal serupa juga diterapkannya pada Anak Agung Ngurah Agung mengenai pencalonannya sebagai bakal calon Walikota Denpasar pada Pilkada. “Jadi siapa pun yang keluar dari garis kebijakan partai, kami akan bina,” tegas Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali ini. (wiradana)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini