Operasi Terpadu PKM, Ini Jumlah Pengendara Motor Ditolak Masuk Denpasar

0
7
PERIKSA SUKET – Petugas Dinas Perhubungan Kota Denpasar memeriksa surat keterangan (suket) perjalanan warga dari luar yang masuk ke Denpasar di Pos Pantau Operasi PKM Teuku Umar Barat-Jl. Gunung Salak, Selasa (16/6).

Ubung, DenPost

Operasi terpadu pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) yang dilakukan di delapan pos pantau, Selasa (16/6) memutar balik 16.545 pengendara sepeda motor dan 567 mobil masuk ke Denpasar tanpa membawa surat keterangan (suket) jalan dan tujuan tidak jelas.

”Operasi pembatasan kegiatan masyarakat tetap berlanjut selama pandemi virus corona melanda Kota Denpasar khususnya berkoordinasi dengan instansi terkait maupun Satgas Gotong Royong (GR) desa adat, desa dinas maupun kelurahan,’’ kata Kadis Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, didampingi Kabid Dalops I Wayan Tagel Sidarta, Rabu (17/6).

Sriawan menjelaskan, dari operasi PKM yang dilakukan di delapan pos paling banyak menolak pengendara masuk ke Denpasar yakni di Pos 6 Biaung, Jl. By-pas Prof. IB Mantra sebanyak 3.367 pengedara motor dan 38 mobil. Disusul Pos 1 Induk Uma Anyar 2.468 pengedara motor, 35 mobil, Pos 5 Kebo Iwa (2.110 pengendara motor, 4 mobil), Pos 2 A. Yani (1.990 pengendara motor, 35 mobil),Pos 8 Pesanggaran (1.963 pengendara motor, 12 mobil), Pos 4 Imam Bonjol (1.688 pengendara motor, 24 mobil), Pos 7 Penatih (1.492 pengendara motor, 14 mobil) dan Pos 3 Teuku Umar Barat-Jl. Gunung Salak (1.376 pengendara motor, 4 mobil.

Baca juga :  Mpu Acarya Nanda Jelaskan Pawintenan Tapak Gana

Selama sebulan operasi PKM menghalau warga dari luar masuk ke Denpasar tanpa suket dan tujuan tidak jelas sebanyak 27.348 pengendara sepeda motor maupun mobil. ”Pemerintah Kota Denpasar tidak melarang warga luar berkunjung ke Denpasar asalkan tujuannya jelas dan mematuhi protokol kesehatan guna menghindari penyebaran virus corona,’’ ujar Sriawan.
Sriawa mengungkapkan, data masyarakat Denpasar positif virus corona grafiknya terus naik sehingga PKM terus berlanjut dan terus melakukan koordinasi dengan Satgas Gotong Royong Desa Adat, Desa Dinas dan Lurah, sehingga satgas desa adat/lurah di masing-masing wilayah akan diberi informasi bahwa ada duktang baru dari zona merah datang ke desa/kelurahan.

Baca juga :  Kabur, Kaki Garong Ditembak Polisi

”Kami terus menjalin koordinasi dengan Satgas GR di masing-masing desa/kelurahan mengawasi sekaligus mendata duktang yang baru datang untuk mencegah penularan virus corona di wilayah Denpasar,’’ jelas Sriawan.

Dia menjelaskan, PKM sekarang juga sudah dilakukan di desa/kelurahan sesuai Perwali No. 32 tahun 2020 memiliki landasan hukum mengambil tindakan di lapangan. Sebab, desa/kelurahan merupakan pintu terakhir mobilisasi pergerakan masyarakat sehingga semua duktang yang datang akan diketahui.

Baca juga :  Siswi SMP Dicabuli Sopir Dokar

”Ini kita sinergikan agar semua saling memberikan informasi. Kalau duktang lolos di Ketapang dijaga di Pelabuhan Gilimanuk. Begitu juga lolos di Gilimanuk dijaga di Mengwi dan lolos maka terakhir di desa/kelurahan yang menjaring duktang yang tidak jelas tujuannya maupun tanpa identitas,’’ ucapnya. (103)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini