Satgas GR Padangsambian Evakuasi Warga Positif Covid-19

0
5
EVAKUASI – Tim Satgas GR Desa ADat Padangsambian bersama petugas BPBD Kota Denpasar mengevakuasi warga Penamparan

Padangsambian, DenPost

Tim Satgas Gotong Royong (GR) Desa Adat Padangsambian bersama Kelurahan, BPBD Kota Denpasar, kaling Br. Penamparan dan Kaling Br. Padangsaring mengevakuasi salah seorang warga Penamparan yang positif Covid-19, Selasa (16/6) malam.

Ketua Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Padangsambian, I Made Kadek Arta, Rabu (17/6) mengatakan, hasil tes positif swab dari pemerintah datangnya sore dan setelah dibawa ke rumahnya kedua orang tuanya kaget. Namun penjemputan dilakukan cukup malam sehingga jeda waktu cukup lama. Sebelum hasil tes swab datang, warga ini sempat bermain biliar dan siang sampai sore main layangan bersama teman-teman sebayanya.

Baca juga :  Diduga Palsukan Kuitansi, Diadukan ke Polda Bali

”Penanganan atau penjemputan warga yang positif virus corona untuk dikarantina cukup lama. Begitu hasil tes swab keluar langsung dilakukan penjemputan,’’ kata Kadek Arta.
DIa meminta, pemerintah mengambil tindakan cepat terhadap warga Padangsambian yang positif virus corona agar tidak meresahkan warga sekitarnya. Apalagi warga yang positif virus corona di wilayah Desa Adat Padangsambian semakin hari terus bertambah.

”Kami juga minta kesadaran keluarga jika ada anak atau saudaranya positif virus corona wajib menjalani isolasi mandiri. Jangan keluyuran ke mana-mana agar bisa lebih memutus mata rantai penyebaran virus corona,’’ ujarnya.

Baca juga :  Kepala Inspektorat Denpasar Meninggal Akibat Covid-19

Kadek Arta mengimbau masyarakat berprilaku hidup sehat dengan mematuhi protokol kesehatan dan tidak menganggap remeh penularan virus corona ini. Kalau ada warga yang terpapar virus corona agar segera melapor ke Satgas GR Desa Adat Padangsambian akan diteruskan ke Gugus Tugas Covid-19 Kota Denpasar untuk dapat penanganan cepat. Diminta seluruh elemen masyarakat desa adat Padangsambian bersama-sama melakukan pendataan sekaligus mengawasi penduduk pendatang (duktang) yang baru datang pascaarus balik Lebaran dari luar Bali, khususnya dari zona merah pandemi virus corona Jawa Timur.

Baca juga :  Di Denpasar, 15 Pasien Sembuh dan Positif 11 Orang

Duktang yang baru datang dikira sehat dan ternyata orang tanpa gejela (OTG) dikhawatirkan menularkan virus corona terhadap masyarakat sekitarnya. ”Kami berharap masyarakat disiplin dan mengikuti aturan yang ada agar lebih cepat memutus mata rantai virus corona,’’ ucap pengacara muda ini. (103)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini