Ayah Tiada dan Ibu Lumpuh, Putu Arsa Hidupi Keluarga Sambil Bersekolah

JAGA IBU - Putu Arsa, saat menjaga ibunya di RSUD Karangasem, setelah mendapat bantuan pengobatan dari salah satu relawan.

Amlapura,DenPost

Tak ada yang bisa menebak jalan kehidupan. Pun kehidupan dua bersaudara Putu Arsa Guna Wibawa (14), dan Kadek Ayu Kusuma Dewi (10) asal Dusun Sukaluwih, Desa Amertha Bhuana, Karangasem. Takdir yang tak bisa ditolak, membuat keduanya harus membanting tulang supaya bisa bertahan hidup di usia yang tergolong anak-anak.

Bahkan Putu Arsa, harus mengambil peran tulang punggung keluarga untuk tetap bisa bersekolah sambil menghidupi seluruh keluarga. Ya, kehidupan anak-anak mereka tak bisa lagi dinikmati sejak dua tahun lalu. Penyakit komplikasi diabetes membuat ayahnya pergi menghadap Sang Pecipta. Tak cukup sampai di sana, enam bulan lalu ibunya terserang stroke. Penyakit itu, membuat sang ibu hanya tergolek lemas di tempat tidur.

Baca juga :  Karangasem Masih Berstatus Siaga Bencana Covid-19

Kepala Wilayah Sukaluwih, I Wayan Sriasa, mengungkapkan kedua bersaudara tersebut kini bekerja sebagain buruh harian. “Mereka berdua harus mengurus ibunya yang stroke. Kakek neneknya yang mulai renta juga menjadi tanggung jawab mereka,” ungkap Sriarsa.

Mencukupi kebutuhan, Arsa bekerja di tempat percetakan batako milik paman dari adik kandung ibunya. Sedangkan Ayu, menjadi buruh bungkus keripik di salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) milik warga setempat. Penghasilan mereka tak banyak, Arsa hanya Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per hari. Sedangkan Ayu mendapatkan Rp10 ribu sampai Rp20 ribu per hari. “Walau begitu, mereka masih bisa bersemangat untuk tetap melanjutkan sekolah,” ungkap Sriasa. Bahkan, di tengah tanggung jawab yang begitu berat Arsa dan ayu tergolong anak yang berprestasi secara akademis.

Baca juga :  LPPD Karangasem Tahun 2018 Berpredikat Sangat Tinggi

Cerita Putu Arsa dalam menjalani kehidupan tak berhenti sampai di sana. Dia juga harus menggantikan peran seorang ibu untuk mengurus rumah. Dari memasak, membersihkan rumah semua dilakukan sambil mengurus ibunya yang stroke.

Kini, harapan Putu Arsa hanyalah ingin mengenyam pendidikan di bangku SMP. Terus bersekolah, Arsa ternyata memiliki cita-cita menjadi seorang polisi. Sedangkan adiknya Ayu bercita-cita menjadi seorang guru. “Saya berharap dan terus berupaya agar kedua anak ini tak sampai putus sekolah dan dapat meraih cita-citanya walau sambil bekerja,” ungkap Sriasih.

Baca juga :  Perihal Pencabutan Penjor, Krama Jasri Dimediasi

Terketuk dengan teladan dari kedua bersaudara ini, Kapolres Karangasem, AKBP Ni Nyoman Suartini, berkunjung ke rumah Arsa, beberapa waktu lalu. “Keduanya dapat menjadi teladan untuk kita semua. Khususnya yang masih saja mengeluh,” ungkap Suartini.

Dalam kunjungannya, ia menyerahkan paket sembako kepada keluarga Arsa. Ia berpesan untuk tak pantang menyerah dalam menggapai cita-cita yang mereka inginkan. (yun)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini