Super Praktis BPJS, Peserta Bisa Ubah Kelas Seketika

0
11
BPJS - Kepala BPJS Cabang Klungkung (mewilayahi Bali Timur), dr. Endang Triana Simajuntak saat memberikan keterangan pada wartawan di Bangli.

Bangli, DenPost

Pandemi Corona yang melanda Tanah Air sontak membuat perekonomian dan keuangan masyarakat merosot lantaran sebagian dari mereka harus dirumahkan oleh perusahannya. Sementara berbagai tunggakan termasuk premi asuransi kesehatan tetap harus dibayar, tak terkecuali BPJS Kesehatan. Nah untuk meringankan pesertanya terutama peserta mandiri yang selama ini berada di kelas 1 dan 2, kini diperkenankan bisa turun kelas seketika tanpa menunggu setahun melalui program Super Praktis.

Maksud dari praktis ini adalah perubahan kelas tidak dipersulit, di mana bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi peserta mandiri dalam melakukan perubahan kelas rawat. Program ini mulai diberlakukan 22 Mei hingga 31 Agustus 2020.

Baca juga :  Tiga Sapi Milik Warga Pengootan Digasak Pencuri

Kepala BPJS Cabang Klungkung (mewilayahi Bali Timur), dr. Endang Triana Simajuntak, mengatakan, sejak dua tahun lalu ditetapkan regulasi untuk naik ataupun turun kelas adalah satu tahun sekali. Namun dengan program Super Praktis ini, memungkinkan peserta BPJS untuk turun kelas secara langsung tanpa menunggu satu tahun. Begitupun dengan kelas yang dipilih. Melalui program ini memungkinkan masyarakat untuk turun kelas dua tingkat secara langsung. Misalnya dari kelas I, karena yang bersangkutan tidak mampu membayar akibat kehilangan pekerjaan, maka memungkinkan dia untuk turun ke kelas III. “Peserta yang ingin turun kelas melalui program ini juga diwajibkan satu keluarga. Dan peserta yang masih memiliki tunggakan atau nonaktif juga diperbolehkan untuk turun kelas,  sehingga beban tunggakan yang dimiliki tidak semakin membengkak,” paparnya  dalam keterangan pers di Bangli, Rabu (17/6/2020).

Baca juga :  Begini Pemilahan Sampah di Desa Adat Penglipuran

Ditekankannya, bagi peserta yang masih aktif diperbolehkan langsung turun kelas selama tidak sedang menjalani rawat inap dan tidak sedang mengambil pelayanan kacamata. Bilamana sedang menjalani rawat inap, maka penurunan kelas berlaku bulan depan.

Sedangkan bagi peserta yang tergolong nonaktif lantaran memiliki tunggakan, bisa kembali menjadi peserta aktif dengan hanya membayar tunggakan minimal enam bulan. Sementara sisa tunggakan, diperbolehkan untuk dicicil atau dilunasi pada bulan berikutnya. (128)

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini