Dinas Perkim Batal Tata Kawasan Kumuh di Jematang

0
17
BATAL DITATA – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Denpasar batal menata kawasan kumuh di bantaran Tukad Badung, Lingkungan Jematang, Desa Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat.

Lumintang, DenPost

Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Denpasar tahun 2020 ini membatalkan penataan kawasan kumuh di pinggir Tukad Badung di Jematang, Jl. Pulau Biak I, Desa Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat. Pembatalan ini karena pandemi virus Corona.

Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Denpasar, Agus Prihantara Mertha, Kamis (18/6) mengatakan, rencananya kawasan permukiman kumuh di pinggir Tukad Badung yang akan ditata seluas 3 hektar.

Baca juga :  Dukung Bali Bangkit, Forum Komunikasi Antar Media Dibentuk

Agus Prihantara mengungkapkan, rencana awal penataan kawasan permukiman kumuh di Jematang itu melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk ikut bersama-sama menata kawasan kumuh menjadi bersih. Seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menangani masalah jalan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menyiapkan tanaman perindang sepanjang bantaran sungai yang ditata, dan Dinas Kesehatan menyiapkan sanitasi, termasuk desa/kelurahan serta kecamatan ikut masuk sesuai program yang dimiliki. ”Awalnya kami libatkan semua OPD sesuai perannya masing-masing sehingga kawasan kumuh yang ada di Kota Denpasar ditata dengan rapi dan bersih. Karena ada pandemi virus Corona maka semuanya dibatalkan sementara,’’ kata Agus Prihantara.

Baca juga :  UNBK Normal, Siswa SMK Tak Ikut Dirumahkan

Kawasan permukiman kumuh tersebut merupakan lahan dikontrak masyarakat bukan tanah milik pribadi. Penataan kawasan tersebut bukan hanya rumah-rumah kumuh, melainkan sarana dan prasarana yang ada ikut ditata agar sepanjang bantaran Tukad Badung itu tidak kumuh dan jorok. ”Pemerintah Kota Denpasar belum bisa mewujudkan penataan kawasan kumuh tersebut, karena alokasi dana yang ada sudah dialihkan untuk penanganan Covid-19,’’ jelasnya. (103)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini