Karena Ini, Dinas Perkim Batal Tata Kawasan Kumuh

0
4
BATAL DITATA – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Denpasar batal menata kawasan kumuh di bantaran Tukad Badung, Lingkungan Jematang, Desa Dauh Puri Kauh, Denbar.

Lumintang, DenPost

Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Denpasar tahun 2020 ini, menunda alias membatalkan penataan kawasan permukiman kumuh senilai Rp800 juta berlokasi di pinggir Tukad Badung di Jematang, Jl. Pulau Biak I, Desa Dauh Puri Kauh, Denpbar karena pandemi virus corona.

Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Denpasar, Agus Prihantara Mertha, Kamis (18/6/2020), mengatakan rencana penataan kawasan permukiman kumuh pinggir Tukad Badung tersebut seluas 3 hektar. Kawasan perumahan dan fasilitas penunjang yang ada dipinggir sungai itu kumuh dan kotor, sehingga Pemkot Denpasar melakukan penataan agar Denpasar sebagai kota berwasan budaya, terutama budaya bersih lingkungan tetap kelihatan asri dan indah.

Baca juga :  Dekopinda Minta Koperasi Tak Panik

Karena adanya wabah virus corona, maka anggaran proyek tersebut dibatalkan.
Agus Prihantara mengungkapkan, rencana awal penataan kawasan permukiman kumuh di Jematang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait ikut bersama-sama menata kawasan kumuh menjadi bersih. Seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menangani masalah jalan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menyiapkan tanaman perindang sepanjang bantaran sungai yang ditata, dan Dinas Kesehatan menyiapkan sanitasi, termasuk desa/kelurahan, serta kecamatan ikut masuk sesuai program yang dimiliki.

Baca juga :  Sekelompok Warga Kampung Jawa Buat Kerumunan Sahur, Pemkot Siapkan Sanksi Administratif  

Kawasan permukiman kumuh rencananya ditata tahun ini, menurut Agus Prihantara, merupakan lahan dikontrak masyarakat bukan tanah milik pribadi. Penataan kawasan tersebut bukan hanya rumah-rumah kumuh, melainkan sarana dan prasarana yang ada ikut ditata agar sepanjang bantaran Tukad Badung itu tidak kumuh dan jorok. (103)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini