Warga Pengelipuran Ditemukan Tewas di Pohon Coklat, Diduga Gara-gara Ini

0
8
EVAKUASI - Warga evakuasi tubuh korban menuju rumah duka.

Bangli, DenPost

I Wayan Wandri (67), warga Lingkungan/Desa Pengelipuran, Kelurahan Kubu, Bangli ditemukan tak bernyawa di pohon coklat, Kamis (18/6/2020), sekitar pukul 04.45 Wita. Saat ditemukan, posisi korban sudah tergantung di sebuah pohon coklat di tegalan miliknya.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP. Sulhadi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan korban gantung diri tersebut. Disampaikan, kronologis kejadian bermula sekitar pukul 04.00 Wita, saksi istri korban bernama Ni Nyoman Tukir (60) mendapati korban sudah tidak berada bersamanya di dalam kamar tidur. Kemudian saksi memanggil menantunya Ni Nengah Agustini, untuk menanyakan dan selanjutnya membantu mencari korban di seputaran rumahnya.

Baca juga :  Polres Bangli Sterilkan Ruang Pelayanan Publik

“Karena tidak ditemukan, maka Ni Nengah Agustini menghubungi keluarganya yang lain untuk memberitahu dan meminta tolong untuk ikut mencari keberadaan korban,” ungkapnya.

Hingga akhirnya, sejumlah kerabatnya yang membantu mencari korban dan terkejut menemukan korban sekira pukul 04.45 Wita, sudah tergantung. “Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan cara gantung diri di pohon coklat,” jelasnya.

Tindak lanjut dari itu, kasus ini kemudian dilaporkan ke Mapolsek Bangli untuk proses lebih lanjut dan membantu menurunkan jenazah korban. Sesuai hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, petugas mengamankan seutas tali plastik warna biru dengan panjang sekitar 238 cm yang dipergunakan korban untuk gantung diri. Terdapat juga bekas jeratan di leher sepanjang 40 cm. “Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari pemeriksaan medis, diduga kasusnya murni gantung diri,”tegas Sulhadi.

Baca juga :  Dewan Bangli Dorong Transparansi Pendataan Calon Penerima BLT

Sedangkan terkait motifnya, lanjut Sulhadi, dari keterangan saksi-saksi diduga korban depresi karena penyakit kanker yang dideritanya tak kunjung sembuh. (128)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini