Krisis Air, Belasan Desa di Karangasem Ajukan Sumur Bor

0
7
Kabid PPL, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karangasem, I Ketut Prama Budarta

Amlapura, DenPost

Belasan desa di Kabupaten Karangasem tak dapat terjangkau saluran air dari Perusahaan Tirta Tohlangkir Karangasem. Kondisi ini kerap membuat desa-desa tersebut krisis air, khususnya memasuki musim kemarau. Mengatasi hal tersebut, belasan desa  mengajukan usul pengadaan sumur bor ke Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kabid  PPL, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karangasem, I Ketut Prama Budarta mengungkapkan, ada 17 desa yang mengusulkan sumur bor. Di antaranya Desa Bebandem, Bungaya Kangin, Desa Ban, Tianyar, Tianyar  Barat, Tianyar Tengah, Kubu, Sukadana dan Baturinggit.

Baca juga :  Di Besakih, Tawur Kesanga Digelar Seperti Biasa

“Badan Geologi sempat mengecek ke daerah yang mengusulkan bantuan sumur bor. Ada dua desa yakni Desa Nawakerti serta  Desa Ba,” ungkap Prama.  Survei dilakukan untuk mengetahui potensi air di desa yang mengusulkan sumur bor. Hasilnya, Desa Ban berpotensi ada sumber air, namun Desa Nawakerti tidak ada potensi air. “Karena itu, untuk sementara kita alihkan ke Desa Tianyar Barat,” ungkapnya. Nantinya setelah diketahui potensi sumber air, pihak Geologi akan mengkaji terkait kemampuan eksplorasi sumber air yang ada.

Baca juga :  Mayat Tanpa Identitas Gegerkan Bebandem

Tak hanya dua desa, ke depannya 17 desa yang terdata kerap mengalami krisis air akan disurvei bertahap. Dikatakannya, belasan desa tersebut telah terdata mengajukan usul sejak tahun 2019-2020. Seluruhnya rutin mengalami kriris air bersih tiap tahunnya terutama saat musim kemarau. (yun) 

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini