Tinjau Penerapan Prokes di Pasar Tradisional, Disperindag Temukan Fakta Ini

0
4
TINJAU PASAR - Kadis Perindag Bali saat meninjau Pasar Rakyat Kerta Waringin Sari, Desa Anggabaya.

Penatih, DenPost

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Bali meninjau Pasar Adat Penatih pada Jumat (19/6/2020). Peninjauan untuk mengetahui penerapan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan pasar tradisional.

Kepala Dinas Perindag, I Wayan Jarta, mengatakan, prokes di Pasar Penatih telah diterapkan dengan cukup baik. Setiap masyarakat yang masuk pasar wajib melewati bilik disinfektan. Termasuk penggunaan masker dan pelindung wajah.

Sejumlah lapak pedagang juga dipasangi plastik lembaran sebagai pembatas antara pedagang dan konsumen. Pasar Desa Pakraman Penatih menampung 87 pedagang, dengan jam operasional mulai pukul 05.00 wita.

Baca juga :  Distan Sisir Anjing Liar di Objek Wisata

Di tengah pendemi Covid-19, pengelola pasar melakukan 4 kali penyemperotan disinfektan setiap minggunya. Peninjauan juga dilakukan di Pasar Rakyat Kerta Waringin Sari, Desa Angabaya. Pasar yang telah meraih predikat SNI ini menerapkan protokol ketat bagi pengunjung dan pedagang pasar.

Prokes dan upaya pencegahan telah diupayakan secara optimal. “Kedua pasar tradisional itu telah cukup optimal memberlakukan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19,”  ungkap Jarta dalam siaran pers.

Baca juga :  PWI-IKWI Bali Bagikan Ribuan Masker ke Warga Denpasar

Kata dia, pemantauan ini dilakukan karena tren peningkatan transmisi lokal pada klaster pasar tradisional yang terjadi beberapa hari terakhir. “Kalau sudah duduk di satgas, mereka akan lebih berani menegur jika ada pelanggaran,” ucapnya.

Ia ingin ada sanksi tegas terhadap mereka yang bandel dan tidak mematuhi protokol kesehatan. Menurutnya, upaya pencegahan penyebaran Covid-19  membutuhkan kesadaran semua pihak di areal pasar. “Kalau memang  ada yang merasa sakit, jangan memaksakan diri untuk jualan,” tandasnya.  (106)

Baca juga :  Abaikan Imbauan Pemerintah, Puluhan Warung Makan Ditegur

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini