Bali Setop Rapid Test Gratis

0
6
Gubernur Bali, Wayan Koster

Dangin Puri, DenPost

Provinsi Bali memutuskan untuk menyetop layanan rapid test atau tes cepat yang diberikan secara gratis kepada para pengemudi angkutan logistik yang hendak masuk ke Bali. Keputusan ini diambil karena dapat merugikan, sebab Bali harus merogoh biaya tinggi untuk mendanai layanan tersebut. Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan, satu rapid test membutuhkan biaya Rp 135.000 per orang.

Dalam sehari, pengemudi angkutan logistik yang masuk Bali minimal 1.500. “Kalau terus-terusan ini dilakukan, sampai tidak tahu kapan berhentinya, berapa habis dananya? Padahal yang jalan ini pengusaha, kan harus bisa dong usaha sendiri rapid testnya,”  ujar Koster, Jumat (19/6/2020).

Baca juga :  Transmisi Lokal Terus Tumbuh, Koster Tegaskan Pembelajaran Tetap dari Rumah

Itu ia sampaikan usai mengikuti rapat percepatan penanganan Covid-19 bersama jajaran dan pimpinan TNI dan Polri di Bali. Dia merunut, Bali sempat memberlakukan pelayanan tes rapid gratis kepada pengemudi angkutan logistik saat mudik. Seiring waktu, kebijakan itu dinilai tidak relevan lantaran ada pihak pengusaha yang memanfaatkan layanan tersebut. Terkait isu mogok para pengemudi angkutan logistik, Koster menyebutkan hal itu tak jadi masalah.

Baca juga :  Di Jembrana, Angka Sembuh Pasien Covid-19 Bertambah

Dia mengaku optimistis  saat ini Bali mampu memenuhi kebutuhan pokok, seperti beras. Ia mengaku lebih mengutamakan efektivitas anggaran dan pencegahan penularan Covid-19 melalui kasus luar.

Ia menyebutkan, isu mogok para pengemudi angkutan logistik itu diawali karena ada beberapa sopir yang tidak dapat menunjukkan hasil tes rapid saat hendak masuk Bali. Kemudian, sejumlah pihak itu mengikuti tes di Pelabuhan Ketapang yang disediakan oleh Kimia Farma dan TNI AL.

Baca juga :  Penyaluran Keempat, Bali Terima 5.900 APD

“Tetapi bayar, dia tidak mau bayar. Ada yang memang nakal tidak mau bayar. Kalau ada orang nakal masak kita layani,” tegasnya. Terkait potensi menimbulkan kegaduhan, Koster menyerahkan hal itu ditangani aparat keamanan.

Ia menambahkan, hingga saat ini Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan dana ratusan miliar rupiah untuk dapat menyediakan layanan rapid gratis itu. “Setiap hari Rp 2 miliar, kalau sebulan Rp 60 miliar. Habis duit kita,” pungkasnya.  (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini