Inovasi Garbasari Badung Lolos TOP 99 Inovation

0
11
GARBASARI - Pemkab Badung saat melakukan pencangan Inovasi Gerakan Badung Sehat 1000 Hari Pertama Kehidupan (Garbasari)  di Desa Kekeran  dan berhasil terpilih menjadi TOP 99 Inovation dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tingkat Nasional.

Mangupura,DenPost

Inovasi Gerakan Badung Sehat 1000 Hari Pertama Kehidupan (Garbasari) berhasil terpilih menjadi TOP 99 Inovation dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tingkat Nasional tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian PAN dan RB. Hal ini diungkapkan Kabag Humas Setkab Badung, made Suardita, Jumat (19/6) saat Pemkab Badung menerima  Surat Pengumuman Nomor : B/153/PP.00.05/2020 tentang Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 dan 15 Finalis Kelompok Khusus Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemda, BUMN, dan BUMD Tahun 2020.

Menurut Suardita, kompetisi ini sekaligus untuk menjaring inovasi pelayanan publik yang akan mewakili Indonesia di forum internasional. “Kami memeroleh kepastian lolosnya Garbasari menjadi TOP 99 Inovation Surat Pengumuman Nomor : B/153/PP.00.05/2020 tentang Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 dan 15 Finalis Kelompok Khusus Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemda, BUMN, dan BUMD Tahun 2020 tertanggal 18 Juni 2020 yang ditantangani oleh Deputi Bidang Pelayanan Publik selaku Ketua Sekretariat KIPP 2020 Diah Natalisa dan Ketua Tim Panel Independen KIPP 2020 J.B Kristiadi dimana Garbasari masuk no urut 44,”ujarnya.

Baca juga :  Supermarket dan Kafe Terbakar, Pemadam Kebakaran Kewalahan

Lebih lanjut dikatakan,  Program Garba Sari (Gerakan Badung Sehat Pada 1000 Hari Pertama) merupakan program inovasi yang dicanangkan Bupati Badung pada tanggal 10 Mei 2019 di Balai Pesamuhan Banjar Delod Sema, Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam percepatan perbaikan gizi masyarakat dengan prioritas 1.000 hari pertama kehidupan untuk mencegah stunting, serta menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. “Dalam pengumuman tersebut program Garbasari berhasil masuk daftar Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 bersama dengan 14 kementerian, 11lembaga, 16 pemerintah provinsi, 42 pemerintah kabupaten dan 15 pemerintah kota. Sedangkan instansi pemerintah yang berhasil masuk daftar 15 Finalis Kelompok Khusus KIPP 2020 terdiri dari 1 kementerian, 1 lembaga, 4 pemerintah provinsi, 4 pemerintah kabupaten, 4 pemerintah kota dan 1 BUMN,”terangnya.

Birokrat asal Karangasem ini juga mengatakan,  pengajuan proposal inovasi pelayanan publik melalui Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) berlangsung sejak  4 Maret hingga 10 Mei 2020. “Dari Informasi yang kami terima, jumlah proposal inovasi yang terdaftar di Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) berjumlah 3.059 inovasi. Sebanyak 2.250 proposal inovasi yang terdiri dari 2.126 proposal Kelompok Umum, 33 proposal Kelompok Replikasi, dan 91 proposal Kelompok Khusus, berhasil lolos seleksi administrasi. Seluruh proposal tersebut kemudian dilakukan penilaian oleh Tim Evaluasi dan dihasilkan 229 nominasi proposal Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 dan 15 Finalis Kelompok Khusus KIPP 2020. Setelah itu, tim evaluasi melakukan penilaian proposal dan menyerahkan hasil penilaian kepada Tim Panel Independen. Pada rapat pleno 17 Juni 2020, Tim Panel Independen yang dipimpin Prof. J.B Kristiadi memilih Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 dan 15 Finalis Kelompok Khusus Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2020 dan Inovasi Garbasari Badung lolos TOP 99 Inovation tersebut,”terangnya.

Baca juga :  Dana Penanggulangan Wabah Virus Corona Capai Rp 274 M, Dewan Desak Percepatan Realisasi Anggaran

Juru bicara Pemkab Badung ini juga menerangkan, KIPP 2020 mengusung tema Transfer Pengetahuan untuk Percepatan Inovasi Pelayanan Publik dalam rangka Mendukung Terwujudnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Indonesia Maju. Berbeda dengan penyelenggaraan KIPP tahun sebelumnya, KIPP 2020 membagi peserta menjadi tiga kelompok, yaitu Kelompok Umum, Kelompok Replikasi dan Kelompok Khusus. “Bagi Kelompok Umum dan Kelompok Replikasi akan menghasilkan Top 99 dan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020. Sedangkan bagi Kelompok Khusus, akan diperoleh 15 Finalis dan 5 Pemenang Outstanding Achievement of Public Service Innovation 2020,”terangnya.

Baca juga :  Ini 12 Masukan yang Diberikan DPRD Terhadap LKPJ Bupati Klungkung

Mantan Lurah Lukluk ini juga mengatakan, dibuka juga kesempatan untuk masyarakat memberikan opini, dukungan, atau keberatan terhadap seluruh inovasi pelayanan publik terpilih. Keberatan bisa disampaikan dengan catatan bahwa yang diajukan wajib disertai bukti relevan yang dapat menjadi pertimbangan bagi Tim Panel Independen untuk mengeluarkan inovasi yang bersangkutan dari daftar Top 99 dan 15 Finalis Kelompok Khusus KIPP 2020. Tindak lanjut terhadap opini yang disampaikan masyarakat dapat dilakukan mulai 18 Juni 2020. ”Opini masyarakat itu hanya dapat disampaikan melalui e-mail info.sinovik@menpan.go.id, dengan menyertakan identitas jelas dan kontak yang bisa dihubungi. Untuk menjamin privasi, kontak akan dirahasiakan. Jika tidak ada keberatan sampai batas waktu yang ditentukan, akan dilakukan penetapan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 dan 15 Finalis Kelompok Khusus KIPP 2020 dengan Keputusan Menteri PANRB,”tegasnya.(a/115)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini